Jokowi Targetkan Indonesia Kuasai 60% Baterai Kendaraan Listrik Dunia

Andi M. Arief
2 Desember 2022, 18:48
jokowi, baterai, kendaraan listrik
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Presiden Joko Widodo memproyeksikan 60% dari pangsa pasar baterai kendaraan listrik atau EV akan dikuasai Indonesia. Menurutnya, hal tersebut merupakan dampak dari hilirisasi sumber daya mineral nasional di dalam negeri.

Jokowi mengatakan telah menemui tiga delegasi dari negara besar. Dalam pertemuannya, para delegasi menanyakan terkait strategi Indonesia dalam implementasi transisi energi, khususnya terkait pengembangan baterai EV di dalam negeri.

"Beberapa kali saya sampaikan, industri baterai EV yang kita bangun ke depan ini sebuah ekosistem besar, bukan proyek kecil-kecil," kata Jokowi dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri 2022, Jumat (2/12).

Ini karena Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar dunia, cadangan timah nomor dua dunia, cadangan bauksit keenam dunia, dan cadangan tembaga ketujuh dunia. Adapun, mineral yang tidak tersedia di dalam negeri dalam mebangun industri baterai listrik terintegrasi adalah lithium.

Kepala Negara mengatakan hilirisasi sumber daya mineral nasional sudah harus dilakukan di dalam negeri. Pasalnya, kata Jokowi, hal tersebut dapat mengembangkan pengusaha daerah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah domestik.

"Sudah lebih dari 50 tahun tambang tembaga di Papua, tapi fasilitas peleburannya ada di Jepang dan Spanyol. Kita dapat apa? Ini gerbong besar," ujar Jokowi.

Presiden optimistis arus investasi langsung ke dalam negeri akan mengalir saat ekosistem industri baterai EV sudah terbentuk. Pertimbangannya, industri EV akan berkontribusi hingga 50% dari pasar otomotif dunia dalam waktu dekat.

Oleh karena itu, Jokowi meramalkan akan banyak investor yang masuk ke industri EV nasional pada 2026-2027. Maka dari itu, Jokowi meminta para pengusaha lokal untuk membantu membuat peta jalan industri baterai EV di masa depan.

"Kita sedang berada pada kepemimpinan puncak global di sisi ekonomi. Kepercayaan global baru saja kita dapat, ini jangan dilewatkan," kata Jokowi.

Di sisi lain, Kepala Negara menilai tantangan terbesar dalam pembangunan industri baterai EV saat ini adalah integrasi antar industri pengolahan. Pasalnya, lokasi industri pengolahan dalam rantai pasok industri baterai EV cukup tersebar di penjuru negeri.

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait