Badan Pangan Janji 200 Ribu Ton Beras Impor Tak Ganggu Harga di Petani

Nadya Zahira
7 Desember 2022, 09:18
beras, bulog, pangan, impor
ANTARA FOTO/Gusti Tanati/app/aww.
Pekerja mengangkat beras di Gudang Bulog Santorosa, Jayapura, Papua, Jumat (2/12/2022).

Pemerintah telah mengamankan 200 ribu ton beras di luar negeri yang sewaktu-waktu dapat dibawa ke Indonesia. Badan Pangan Nasional optimistis harga beras petani tak akan terganggu dengan rencana impor ini.

Hal tersebut karena impor tersebut hanya digunakan untuk kegiatan pengendalian harga dan pemenuhan pangan di tengah kondisi darurat atau bencana.

"Cadangan pangan ini harus ada dan tidak dikeluarkan secara bebas, hanya digunakan untuk beberapa kegiatan Pemerintah," ujar Kepala Badan Pangan Nasional Arief Praseto Adi dikutip dari keterangan resminya, pada Rabu (7/12).

Pengiriman impor beras sudah mulai dilakukan pekan depan secara bertahap. Arief juga berjanji akan terus memelototi penggunaan beras impor tersebut agar sesuai dengan tujuannya. 

"Penggunaannya akan diawasi secara ketat, untuk memastikan tidak masuk ke pasar," ujarnya.

Beras komersial ini merupakan persediaan akhir tahun 2022 sampai menunggu panen raya pada Februari-Maret 2023. Badan Pangan juga terus memantau dan menjaga harga penyerapan gabah atau beras lokal agar di tingkat petani tetap wajar, 

"Agar Bulog dapat menyerap saat panen raya tiba untuk top up stoknya kembali sampai dengan 1,2 juta ton, hal ini diperlukan dalam rangka menjaga harga di tingkat petani, dan berikutnya dikeluarkan pada saat produksi beras berkurang di akhir tahun," ujarnya.

Arief mengatakan pemenuhan cadangan beras ini tidak serta-merta menunjukan produksi beras nasional tidak mencukupi. Ia mengapresiasi surplus beras sekitar 1.7 juta Ton.

Produksi beras nasional Januari-Desember 2022 diproyeksikan sebesar 31,90 juta ton. Sementara kebutuhan beras nasional tahun 2022 sekitar 30,2 juta ton. Menurutnya, berdasarkan data tersebut Indonesia dalam periode pemerintahan Presiden Jokowi telah berhasil mencapai swasembada beras.

 Namun, ia mengatakan saat ini fokusnya adalah stok beras yang bisa digunakan Bulog. "Saat ini ketersediaan stok beras Bulog sebesar 503 ribu ton, yang terdiri dari 196 ribu ton atau 39 persennya merupakan stok komersial dan 306 ribu ton atau 61% merupakan stok CBP,” tutup Arief.

 Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta para menteri fokus menjaga pasokan dan harga pangan. Ia juga meminta kebutuhan beras terus dhitung agar tidak terjadi kekeliruan data.

Advertisement

 

 

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait