Sastrawan Ternama Remy Sylado Meninggal Dunia

Remy Sylado merupakan tokoh di balik sejumlah karya sastra seperti Ca Bau Kan hingga Kerudung Merah Kirmizi. Ia juga aktif di dunia teater.
Ameidyo Daud Nasution
12 Desember 2022, 13:42
sastra, remy sylado, meninggal
Antara
Sastrawan Remy Sylado (kanan) wafat pada Senin (12/12). Foto: Antara.

Kabar duka menyelimuti dunia sastra Tanah Air hari ini. Sastrawan ternama Remy Sylado meninggal dunia pada Senin (12/12).

Kabar ini dibagikan oleh politisi Partai Gerindra Fadli Zon di akun Twitternya. Fadly juga mengunggah foto dirinya saat menjenguk Remy Sylado di rumah sakit.

"Selamat jalan Bang Remy Sylado. Baru beberapa hari lalu ngobrol tentang Elvis Presley dan manajernya Kolonel Tom Parker. RIP," demikian cuitan Fadly.

, Tokoh bernama asli Yusbal Anak Perang Imanuel Panda Abdiel Tambayong ini lahir di Malino pada 12 Juli 1945. Dari laman Ensiklopedia Sastra Indonesia Kemendikbud Remy mengenyam bangku sekolah dasar di Makassar sebelum melanjutkan pendidikan ke Semarang hingga menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 1959.

Di ibu kota Jawa Tengah, Remy mulai terlibat dengan dunia teater dan sempat bermain dalam drama berjudul Midsummer Night's Dream karya Shakespeare. Lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Solo.

Remy juga sempat menjadi wartawan harian Sinar Harapan sepanjang 1963 hingga 1965. Ia lalu sempat menjadi Redaktur di Majalah Tempo pada 1965 hingga 1966.

Selain itu Remy juga sempat menjadi redaktur Majalah Aktuil di Bandung pada 1972 hingga 1974. Tahun 1971, dia juga menjadi dosen Akademi Sinematografi Bandung.

Dia juga dikenal sebagai pelopor puisi mbeling sebagai pendobrak sikap rezim Orde Baru yang dianggap feodal. Istilah ini semakin populer saat Remy mementaskan drama Genesis II di Bandung pada 1972.

Ia juga merupakan sastrawan dengan sejumlah karya seperti Puisi Mbeling (2004) hingga Kerygma (1999). Tak hanya itu, sejumlah novel yang diterbitkannya antara lain Ca Bau Kan, Sam Po Kong (2004), Kerudung Merah Kirmizi (2002) hingga Gali Lobang Gila Lobang (1977).

Atas karya-karyanya ini, Remy pernah diganjar dengan penghargaan Khatulistiwa Award untuk novel Kerudung Merah Kirmizi.

Dikutip dari Antara, Remy juga pernah menjadi nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia. Ia meraih nominasi tersebut dalam film Tinggal Sesaat Lagi (1987), Akibat Kanker Payudara (1988), serta 2 dari 3 Laki-laki (1990).

 

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait