Erick Thohir Puji Qatar: Ekonomi Maju Tanpa Menggerus Budaya

Ameidyo Daud Nasution
18 Desember 2022, 14:07
Erick Thohir bersama Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi di Doha, Qatar. Foto: Instagram Erick Thohir.
Instagram Erick Thohir
Erick Thohir bersama Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi di Doha, Qatar. Foto: Instagram Erick Thohir.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memuji Qatar yang sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2022. Erick bahkan berharap Indonesia bisa mencontoh negara di tepi Teluk Persia itu karena mampu memajukan ekonomi tanpa menggerus budayanya.

"Mereka menjaga adat isitadatnya tanpa menutup (dampak) globalisasi," kata Erick di Doha, Sabtu (17/12).

Erick juga mengaku kagum dengan cepatnya Qatar berkembang. Ia melihat kondisi Doha saat ini sudah berbeda saat pertama kali dirinya datang pada 2015 lalu.

"Investasinya besar, hampir US$ 300 miliar buat infrastruktur, hotel, dan lainnya. Seperti kota baru," katanya.

Dari data Dana Moneter Internasional (IMF) mengestimasikan angka Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Qatar US$ 221,3 miliar tahun ini.  Negara berpenduduk 2,7 juta jiwa itu juga diperkirakan memiliki PDB per kapita US$ 82.557 tahun ini, tertinggi kelima di dunia.

Tak Ada Lagi Dominasi

Qatar juga merupakan negara pertama di Timur Tengah yang menggelar Piala Dunia 2022. Tercatat, ada delapan stadion digunakan untuk ajang sepakbola empat tahunan ini.

Erick juga memuji hasil Piala Dunia 2022 sejauh ini. Ia mengatakan saat ini kekuatan sepakbola dunia sudah tak lagi didominasi benua tertentu.

Salah satu tandanya adalah Maroko sebagai negara pertama dari benua Afrika yang berhasil menembus semi final. Sebelumnya, kejutan pernah terjadi pada 2002 saat Korea Selatan berhasil menembus empat besar.

"Artinya sudah ada keseimbangan dalam olahraga ini. Mulai muncul kejutan," katanya.

Adapun Piala Dunia 2022 Qatar sudah mencapai babak final nanti malam. Pertandingan akan mempertemukan Argentina melawan juara bertahan Prancis.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait