KSAL Ali Berharap Anggaran TNI AL Naik Untuk Perbarui Kapal Perang

Jokowi meminta penguatan alutsisa AL melibatkan industri perkapalan dalam negeri.
Andi M. Arief
28 Desember 2022, 12:35
ksal, tni al, anggaran
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Presiden Joko Widodo (kanan) menyematkan tanda pangkat bintang empat kepada Laksamana Madya TNI Muhammad Ali saat dilantik menjadi Kepala Staff TNI Angkatan Laut (KSAL) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/12/2022).

Presiden Joko Widodo telah melantik Laksamana Madya Muhammad Ali sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Usai dilantik, Ali berjanji akan memperkuat alat utama sistem pertahanan atau Alutsista di bidang kelautan.

Adapun, salah satu jenis Alutsista yang akan diperkuat adalah Kapal Republik Indonesia atau KRI. Oleh sebab itu, ia berharap mendapatkan dana untuk memperbarui persenjataan.

"Mudah-mudahan anggaran TNI AL naik, saya harapkan demikian," kata Ali di Istana Negara, Rabu (28/12).

TNI AL mendapatkan anggaran Rp 23,6 triliun untuk tahun depan. Jumlah tersebut masih jauh di bawah alokasi untuk TNI Angkatan Darat senilai Rp 55,2 triliun.

Jokowi juga mengarahkan penguatan KRI terebut melibatkan industri perkapalan di dalam negeri. Pelibatan industri lokal akan meningkatkan angka tingkat komponen dalam negeri atau TKDN di TNI AL.

Belum lama ini, Kementerian Pertahanan telah menandatangani 20 kontrak pengadaan alat pertahanan dari luar negeri untuk maising-masing angkatan di TNI. Total nilai seluruh kontrak terebut mencapai Rp 67,5 triliun.

"Sekarang ini, TKDN TNI Angkatan Laut mungkin sudah 70% untuk produk berupa kapal," kata Ali.

Jokowi juga memerintahkan Ali untuk menjaga kedaulatan kelautan di penjuru negeri. Selain itu, Kepala Negara juga menginstruksika agar kegaitan ilegal di atas laut tidak terjadi di wilayah laut Indonesia.

"Presiden mengatakan untuk mencegah atau menghentikan kegaitan penyelundupan maupun kegiatan ilegal di laut maupun lewat laut," ujar Jokowi.

 

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait