Kemenag Usulkan Biaya Haji 2023 Rp 49,8 Juta, Ini Daftar Komponennya

Ameidyo Daud Nasution
15 Februari 2023, 18:09
biaya haji 2023, biaya haji, kemenag
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Jamaah calon umroh bersiap menuju Tanah Harom Kota Mekkah seusai melakukan miqat umroh di Masjid Bir Ali, Madinah, Arab Saudi, Rabu (30/11/2022).

Pemerintah mengusulkan biaya haji 2023 senilai Rp Rp 49.812.700 per jemaah. Angka ini menurun dari usulan sebelumnya yakni Rp 69,3 juta yang perlu ditanggung tiap jemaah.

Angka ini merupakan kesepakatan pemerintah dengan Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Angka ini terdiri dari biaya penerbangan dari embarkasi yakni Rp 32,7 juta, biaya hidup atau living cost senilai Rp 3,03 juta, serta paket layanan Masyair sebesar Rp 14,01 juta.

Sedangkan total Biaya Penyenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini mencapai Rp 90.050.637. "Jemaah melunasi Rp 49.812.700,26 atau 55,5%," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief saat rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/2) seperti disiarkan secara virtual.

Hilman mengatakan, ada beberapa perubahan pada konsumsi hingga akomodasi sehingga mengubah komponen pembiayaan. Ia menjelaskan, konsumsi jemaah akan ditambah dari 40 menjadi 44 kali.

Hal tersebut mempertimbangkan kemampuan konsumsi jemaah saat puncak ibadah haji. Adapun, harga konsumsi jemaah mencapai 17,5 SAR atau setara Rp 109 ribu.

"Jika tak diberikan mulai H-3 hingga H+2 akan sulit bagi 203 ribu jemaah mencari makan," katanya.

Meski demikian, ada komponen harga yang bisa ditekan, salah satunya asuransi jemaah. Hilman mengatakan dari informasi terakhir, asuransi yang harus dibayar hanya 28,75 SAR atau setara Rp 116 ribu. Angka ini turun dari informasi sebelumnya senilai 74 SAR atau Rp 300 ribu.

"Kami cari beberapa data baru agar penyusunan BPIH tetap memiliki angka akurat," katanya.

Meski demikian, angka ini masih belum final. DPR dan Menteri Agama akan memutuskan kepastian biaya haji 2023 dalam rapat kerja berikutnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Advertisement

Artikel Terkait