Jokowi Bantah Ekspor Pasir Laut Dibuka Demi Investasi Singapura

Nadya Zahira
14 Juni 2023, 14:56
jokowi, singapura, pasir laut
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan saat Pencanangan Pelaksanaan Sensus Pertanian Tahun 2023 di Istana Negara, Senin (15/5/2023).

Presiden Joko Widodo mengatakan dibukanya ekspor pasir laut untuk keperluan Indonesia sendiri. Hal tersebut membantah adanya tudingan diizinkannya ekspor pasir laut untuk memuluskan investasi Singapura di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara. 

Jokowi mengatakan, Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut terbit untuk menangani pasir sedimen yang menganggu pelayaran.

Advertisement

"Yang di dalam Perpres itu adalah pasir sedimen yang mengganggu pelayaran serta terumbu karang," ujar Jokowi saat ditemui awak media, di Kantor Pusat BPKP, Jakarta, Rabu (14/6).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga membenarkan bahwa kebijakan itu tidak ada kaitannya dengan investasi Singapura ke IKN.  Namun demikian, dia mengakui Singapura menjadi salah satu pasar utama dari ekspor pasir laut tersebut.

Seperti diketahui, Jokowi kembali membuka keran ekspor pasir laut setelah kebijakan pelarangan selama 20 tahun terakhir. Namun, pakar menganggap pembukaan keran ekspor bisa menguntungkan Singapura.

“Seperti yang kita ketahui, hampir 25% perkembangan wilayah Singapura itu berasal dari pasirnya Indonesia yaitu pasir laut,” ujar Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia atau CERI Yusri Usman dalam siaran streaming CNBC Indonesia, Rabu (31/5).

Halaman:
Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait

Advertisement