Anak Usaha Rugi Besar, Laba SoftBank Anjlok Hingga 99%

Image title
12 Februari 2020, 22:40
softbank, vision fund, masayoshi son
123RF.com/Tupungato
Pejalan kaki melintas di salah satu gedung Softbank di Jepang. Laba SoftBank pada kuartal terakhir 2019 anjlok 99,4% dibanding periode yang sama tahun 2018.

Perusahaan ventura ternama yakni SoftBank mencatat laporan keuangan buruk pada kuartal terakhir 2019. Mereka hanya meraup laba operasional 2,6 miliar yen alias anjlok 99,4% dari kuartal IV 2018.  Pada periode tersebut perusahaan milik Masayoshi Son itu masih mampu membukukan untung 438 milar yen.

Menipisnya laba SoftBank lantaran anak usahanya yakni Vision Fund mengalami kerugian hingga US$ 2 miliar alias Rp 27 triliun. Vision Fund merupakan linis bisnis SoftBank yang fokus membiayai perusahaan teknologi.

Son mengatakan, anjloknya laba SoftBank telah membuat cemas investor potensial dalam pendanaan berikutnya. Apalagi tahun lalu dia telah mengumumkan telah mengumumkan kesepakatan dengan lebih dari selusin perusahaan untuk membentuk Vision Fund 2. 

"Saya berpikir bahwa pendanaan berikutnya harus lebih kecil, karena kami telah menyebabkan kekhawatiran dan kecemasan bagi banyak orang," kata Son seperti dilansir CNN.com pada Rabu (12/2).

(Baca: Mimpi Mengejar Profit, Tiga Startup Milik SoftBank PHK Ribuan Karyawan)

Dia berkilah kinerja buruk Vision Fund itu disebabkan oleh gagalnya penawaran saham perdana (IPO) WeWork dan turunnya saham Uber. SoftBank menghabiskan sekitar US$ 10 miliar atau Rp 136 triliun untuk menalangi WeWork. Sementara Uber telah kehilangan 8% dari nilai sahamnya sejak melantai di bursa pada Mei tahun lalu. 

Sedangkan beberapa waktu lalu SoftBank memperkirakan akan mengumpulkan US$ 108 miliar atau Rp 1.476 triliun bagi pendanaan Vision Fund 2. Dana yang dikumpulkan berasal dari perusahaan seperti Apple, Microsoft, Foxconn Technology, dan Standard Chartered.

Ketika awak media menanyakan apakah kondisi ini berpotensi membuat SoftBank hanya mendanai sendiri Vision Fund 2, Son menjawab bahwa hal tersebut bisa dilakukan secara fleksibel. “Kami bisa berinvestasi sendiri, tapi kami juga punya mitra yang mau bekerja sama,” kata dia.

(Baca: Efek ‘Bakar Uang’ WeWork, Investor Fokus buat Profit Startup Tahun Ini)

Seperti dilansir Reuters, Vision Fund didukung oleh Arab Saudi dan banyak menggelontorkan dananya bagi perusahaan teknologi dan perusahaan rintisan. Pendanaan yang berhasil dikucurkan mencapai US$ 76,6 miliar atau Rp 1.046 triliun dari US$ 100 miliar atau Rp 1.366 triliun dana yang digalang.

Beberapa perusahaan yang didanai SoftBank pada tahun lalu memang mengalami kerugian. Bahkan tiga perusahaan yakni OYO, CloudMind, dan WeWork melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya. 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait