Baru Rilis Sepekan, Disney+ Dihinggapi Gangguan Hingga Kabar Peretasan

Disney membantah adanya peretasan dan menganggap gangguan itu merupakan masalah teknis yang akan memerlukan perbaikan selama beberapa minggu ke depan.
Cindy Mutia Annur
21 November 2019, 11:13
Disney+, Disney diretas, Disney
Dini Hariyanti | KATADATA
Fesyen edisi khusus Disney dalam Jakarta Fashion Week 2018. Baru sepekan dirilis di Amerika Serikat (AS), layanan streaming video Disney+ mengalami gangguan sistem. Tak hanya itu, layanan itu juga dilaporkan mengalami ribuan peretasan akun di AS dan Australia.

Baru sepekan dirilis di Amerika Serikat (AS), layanan streaming video Disney+ mengalami gangguan sistem. Tak hanya itu, layanan itu juga dilaporkan mengalami ribuan peretasan akun di AS dan Australia.

Ketika beberapa pengguna mengunduh layanan baru Disney pada 12 November lalu, mereka disambut dengan pesan yang berbunyi 'tidak dapat terhubung'. Ini membuat beberapa pelanggan kesulitan untuk mengakses konten di layanan tersebut.

Tak hanya itu, akun beberapa pengguna juga tak dapat diakses karena peretas dapat mengakses kata sandi mereka. Bahkan Reddit dan forum online lain kebanjiran penjualan akun Disney+.  “Penjahat siber mengambil kesempatan untuk mencari korban dan uang,” kata Senior Security Expert perusahaan keamanan Sophos yakni John Shier dilansir dari Business Insider Australia, Kamis (21/11).

(Baca: Mengukur Peluang Disney+ Menerobos Dominasi Netflix)

Advertisement

Akun bernama @CommandrBlitzer dalam akun twitternya mengatakan akun Disney+ milik sang ayah diretas hanya beberapa hari setelah ayahnya mendaftar. “Keamanan yang hebat @disneyplus @Disney,” sindirnya dilansir dari Business Insider.

Namun Disney menyangkal adanya peretasan terhadap akun pengguna. Chairman of Direct-to-Consumer Disney Company Kevin Mayer mengatakan, gangguan itu merupakan masalah teknis yang akan memerlukan perbaikan selama beberapa minggu ke depan.

Mayer melanjutkan, gangguan itu berkaitan dengan munculnya 10 juta pendaftaran pelanggan dalam satu hari setelah peluncuran. Ia juga optimis perbaikan tersebut dapat membuat layanannya lebih baik lagi. 

"Kami akan melakukan kode ulang," ujar Mayer seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (20/11).

(Baca: Sony dan Disney Sepakat, Spider Man Kembali Jadi Bagian Marvel)

Disney+ memang telah membangun antusiasme sejak beberapa bulan sebelum peluncurannya. Saat Presiden Marvel Studio Kevin Feige mengumumkan fase keempat Marvel Cinematic Universe (MCU) pada 20 Juli 2019 lalu misalnya, nama Disney+ sudah jadi buah bibir.

Apalagi, Disney baru menambah amunisinya dengan mengakuisisi 21st Century Fox senilai senilai US$ 71,3 miliar atau sekitar Rp 1.000 triliun pada awal 2019. Tak hanya itu, Disney juga memiliki Pixar Studio yang menghasilkan beberapa film animasi laris seperti Toy Story, Monster Inc, hingga Finding Nemo.

 

 

 

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait