Jutaan Data Penumpang Bocor, Kominfo Panggil Lion

Malindo Air juga mengakui bahwa ada kemungkinan 21 juta data penumpangnya bocor.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
19 September 2019, 14:59
Lion, Data Penumpang Bocor, Menkominfo.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menkominfo Rudiantara panggil Lion Air Group bahas kebocoran data penumpang.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memanggil Lion Air Group untuk duduk bersama membahas dugaan kebocoran jutaan data penumpang anak perusahaannya, yakni Malindo Air. Menkominfo Rudiantara mengatakan pertemuan bakal dilakukan sore ini (19/9) di kantor Kominfo.

Rudiantara juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Bangun Pramesti terkait kasus tersebut.

"Kami undang Lion Group untuk menelusuri proses (dugaan kebocoran data pengguna) yang terjadi," ujar Rudiantara kepada Katadata.co.id, Kamis (19/9).

(Baca: Akui Data Penumpang Bocor, Malindo Air Lakukan Investigasi)

Dia juga telah berkomunikasi dengan Amazon Web Services (AWS) selaku penyedia layanan data eksternal maskapai tersebut sejak Selasa (17/9). “Kami sudah mengirimkan surat ke AWS dan menanyakan proses (breach) yang terjadi," ujar Rudiantara.

Sebelumnya situs BleepingComputer, Selasa (17/9) mengungkap bahwa sebanyak puluhan juta data pelanggan dari Malindo Air dan Thai Lion Air telah bocor dalam sebulan terakhir. Data itu meliputi identitas, nomor paspor, alamat, hingga nomor telepon penumpang.

Malindo Air juga mengakui bahwa ada kemungkinan 21 juta data penumpangnya bocor. Saat ini tim internal perusahaan bersama penyedia layanan data eksternal Amazon Web Services (AWS) dan mitra e-commerce GoQuo tengah menyelidiki dugaan kebocoran data tersebut.

(Baca: Ada Dua Persoalan Teknis, Twitter Bocorkan Data Penggunanya)

PR & Communications Department Malindo Air Andrea Liong mengatakan, data pribadi penumpang perusahaan yang disimpan di cloud kemungkinan disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab. Andrea mengatakan, perusahaan telah melakukan langkah guna memastikan data penumpang tak terganggu.

"Kami juga bekerja sama dengan konsultan cybercrime independen serta telah melaporkan kejadian ini," ujar Andrea melalui siaran pers, Rabu (18/9).

 

 

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait