Kemenhub Minta Gojek dan Grab Pasang Sekat Pembatas di Ojek Online

Kemenhub juga meminta layanan ojek online menerapkan protokol kesehatan yang ketat
Image title
9 Juni 2020, 15:08
ojek, gojek, kementerian perhubungan
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Pengemudi ojek daring di kawasan Kramat Raya, Jakarta, Senin (13/4/2020). Kemenhub meminta penyedia layanan ojek daring menyediakan partisi sebagai sekat di ojek untuk cegah penularan virus corona.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau aplikator ojek online seperti Gojek dan Grab menyediakan partisi atau sekat pembatas penumpang pada mitranya. Permintaan ini telah disampaikan dalam surat edaran pedoman teknis operasional moda transportasi darat pada masa pandemi Covid-19.

Surat tersebut merupakan petunjuk teknis dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020  yang baru diterbitkan. Dalam edaran tersebut, regulator meminta penyedia layanan transportasi berinovasi demi mencegah penularan virus corona Covid-19.

"Untuk ojek online, selain penerapan physical distancing, kami atur agar ada inovasi dan protokol kesehatan ketat," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam video conference pada Selasa (9/6).

(Baca: Permenhub Normal Baru, Ojol Bisa Bawa Penumpang Sesuai Prosedur)

Advertisement

Budi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak aplikator maupun asosiasi pengemudi ojek online. Dia menjelaskan bahwa mereka sudah menyiapkan model partisi masing-masing pada mitranya.

Meski begitu, penyediaan partisi sifatnya bukan mandatori dari Kemenhub kepada aplikator. "Kami hanya sarankan agar tingkat kepercayaan masyarakat menggunakan layanan ini meningkat kembali," ujar Budi.

Selain partisi, Kemenhub juga menginstruksikan agar layanan ojek online menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Gojek dan Grab sebagai aplikator diwajibkan menyediakan pos disinfektan pada motor dan uji kesehatan serta pemberian hand sanitizer bagi pengemudi.

"Pengemudi juga harus gunakan jaket, helm masker dan sarung tangan," ujar Budi. Dia lalu mengimbau agar penumpang bisa menyediakan helmnya masing-masing. 

Baik GoRide milik Gojek dan GrabBike milik Grab sudah mulai beroperasi kembali di DKI Jakarta pada Senin (8/6). Mereka juga menyiapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan virus corona.

Beberapa langkah yang akan dilakukan pada pengemudi adalah pemeriksaan suhu tubuh mitra pengemudi, menggunakan masker, sarung tangan dan hand sanitizer sebagai syarat untuk mengambil pesanan. 

"Mitra driver memiliki tingkat kesadaran yang tinggi atas standar dan protokol kesehatan," ujar Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita.

(Baca: Pengemudi Ojol Diimbau Tak Asal Semprot Disinfektan ke Kendaraan)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait