Strategi Pivot Startup RAENA untuk Raup Potensi Pasar Kecantikan

Startup tersebut menyediakan platform bagi penjual berjualan di media sosial seperti TikTok dan Instagram. RAENA juga telah mendapatkan pendanaan seri A sebesar US$ 9 juta tahun lalu
Image title
19 Maret 2022, 11:36
startup, raena, kecantikan
Raena Beauty
Lambang startup kecantikan Raena Beauty. Foto: Raena Beauty

Startup social commerce produk kecantikan RAENA Beauty mengubah bisnis pengembangan merek ke arah social commerce. Perusahaan ini pun berhasil tumbuh pesat dan mendapatkan pendanaan seri A tahun lalu.

CEO RAENA Beauty Sreejita Deb ini mendirikan perusahaan ini pada 2019. Awalnya, lulusan Harvard Business School mengembangkan merek perawatan pribadi dengan menggaet influencer media sosial.

Namun, RAENA kemudian mengubah bisnisnya dengan fokus pada pasar social commerce pada 2020. Startup yang berbasis di Singapura ini menyediakan platform bagi pengecer atau reseller untuk berjualan di media sosial, seperti TikTok dan Instagram.

"Kami menjadi platform yang membantu orang menjual produk kecantikan," kata Sreejita di Instagram live StartEdgy Katadata.co.id, Jumat (18/3).

Advertisement

 

Reseller RAENA sebagian besar berasal dan Indonesia dan Malaysia. Mereka bisa memilih item yang ingin mereka jual di perusahaan yang menyediakan lebih dari 250 merek dan 1.000 produk kecantikan ini.

Sreejita mengatakan, perusahaan fokus pada bisnis social commerce karena potensi konsumen yang besar. "Saat ini produk kecantikan banyak mendapat pengaruh dari jejaring sosial," ujarnya.

Apalagi, berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. 

Dalam laporan McKinsey pada 2018, penjualan di e-commerce diprediksi tumbuh delapan kali lipat menjadi US$ 40 miliar pada 2022. Sedangkan penjualan di social commerce diramal mencapai US$ 25 miliar.

Namun proyeksi ini belum menghitung dampak pandemi virus corona. "Dengan begitu kami bisa menangkap pangsa pasar yang besar," ujarnya.

Selain itu, melalui berjualan di media sosial, reseller tidak perlu banyak membutuhkan inventaris. Saat konsumen ingin membeli produk dari reseller, mereka tinggal memesan ke platform.

Kemudian, produk akan dikirimkan langsung ke pelanggan. Reseller diharapkan menghasilkan marjin yang lebih tinggi melalui model bisnis tersebut. 

Dengan fokus pada bisnis social commerce, RAENA Beauty mencatatkan pertumbuhan pesat. Pada 2021, mereka telah menggaet 10 ribu reseller. "Dalam beberapa bulan terakhir produk perawatan tubuh hingga produk make up mencatatkan pertumbuhan ganda," katanya.

Tahun lalu, RAENA Beauty berhasil meraih pendanaan seri A sebesar US$ 9 juta atau setara Rp 129,1 miliar yang dipimpin oleh Alpha Wave Incubation dan Alpha JWC Ventures. Sejumlah investor lain turut terlibat, seperti AC Ventures, Beenext, Beenos, dan Strive. 

Entrepreneur Selection & Growth Endeavor Indonesia Jesslyn Gunawan mengatakan, RAENA Beauty menjadi contoh startup yang berhasil pivot dan meraup pasar potensial.  Apalagi, perusahaan tersebut menyasar sektor kecantikan. "Itu sesuatu yang sangat menarik," ujarnya.

Euromonitor menyebutkan, pasar produk kecantikan dan perawatan tubuh diperkirakan meningkat hingga US$ 8,5 miliar pada 2022. RedSeer juga mencatat, kategori kecantikan menjadi kategori terbesar kedua di pasar social e-commerce, setelah busana. 

 

 

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait