Buntut Pernyataan Trump, Harga Minyak Naik ke US$ 64,2 Per Barel

Presiden AS Donald Trump dalam cuitan di twitternya mengatakan kesepakatan dagang dengan Tiongkok semakin dekat.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
13 Desember 2019, 08:47
Kilang Minyak
KATADATA
Ilustrasi kilang minyak. Harga minyak mentah dunia melonjak hampir 1% pada perdagangan hari Kamis atau Jumat (13/12) WIB.

Harga minyak mentah dunia  melonjak hampir 1% pada perdagangan hari Kamis atau Jumat (13/12) WIB. Harga terdongkrak usai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kesepakatan dagang dengan Tiongkok semakin dekat.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak jenis Brent naik 48 sen, menjadi US$ 64,20 per barel dalam pembukaan hari ini. Sedangkan harga West Texas Intermediate (WTI) naik 34 sen menjadi US$ 59,18 per barel.

Trump pada kamis, menuliskan cuitan di akun twitter pribadinya bahwa kesepakatan dua negara sangat dekat. Sebelumnya beredar kabar AS  akan menunda atau membatalkan tarif baru pada impor barang Tiongkok yang dijadwalkan berlaku pada 15 Desember.

“Sudah dekat, kami semua menunggu kesepakatan ini terjadi," kata Gene McGillian, wakil presiden riset pasar Tradition Energy di Stamford, Connecticut dilansir dari Reuters, Jumat (13/12).

(Baca: Stok di Kilang AS Naik, Harga Minyak Dunia Kembali Tertekan)

Trump juga telah berdiskusi dengan penasihat perdagangan utamanya hari Kamis (12/12). Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer juga telah mengatakan kepada para senator bahwa pengumuman mungkin mengenai bea impor produk Tiongkok telah dekat.

Sementara itu Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan Beijing dan Washington dalam perundingan yang intensif. Namun mereka menolak berkomentar kemungkinan langkah pembalasan jika Trump mengenakan tarif tambahan.

Harga minyak telah menguat setelah organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan Rusia pekan lalu sepakat memangkas produksi dengan tambahan 500.000 barel per hari pada kuartal pertama 2020. Meski ada kesepakatan OPEC, Badan Energi Internasional (IEA) tetap memperkirakan persediaan minyak global akan meningkat tajam.

(Baca: OPEC Setuju Pangkas Produksi Minyak Hingga 1,7 Juta Barel per Hari)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait