Pemerintah Percepat Produksi Blok Sakakemang untuk Tambah Pasokan Gas

Apabila proses berjalan lancar, maka blok ini akan berproduksi 2021 mendatang, lebih cepat setahun dari target Repsol.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
7 Oktober 2019, 22:33
Blok Sakakemang, ESDM, Repsol.
Katadata
Ilustrasi fasilitas migas. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar (7/10) mengatakan pemerintah mempercepat produksi Blok Sakakemang guna meningkatkan pasokan gas RI.

 Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan pemerintah mempercepat produksi Blok Sakakemang guna meningkatkan pasokan gas RI.

Arcandra menyebut strategi berbagi fasilitas dengan Blok Corridor akan digunakan untuk mempercepat produksi Blok Sakakemang. Nantinya pipa yang digunakan Blok Corridor dapat mengalirkan gas Blok Sakakemang.

Pemerintah juga menyetujui sertifikasi cadangan gas Blok Sakakemang dilakukan secara bertahap oleh Repsol. Saat ini angka yang diajukan ke Lemigas mencapai 1 triliun kaki kubik (tcf). Arcandra menargetkan, sertifikasi bakal rampung tahun ini.

Apabila proses berjalan lancar, maka blok ini akan berproduksi 2021 mendatang, lebih cepat setahun dari target Repsol.  “Tapi konsorsium Corridor itu harus bicara Repsol karena akan sharing fasilitas. Karena paling tidak 2 TCF (potensi cadangan gas terbuktinya)," ujar Arcandra di Gedung Kementerian ESM, Senin (7/10).

(Baca: Percepat Produksi, Repsol Ajukan Sertifikasi Blok Sakakemang 1 TCF)

Sebelumnya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyatakan Repsol hanya mengajukan sertifikasi cadangan sebesar 1 tcf dari potensi cadangan terbukti 2 tcf.

Jika Repsol ingin mengajukan sertifikasi 2 tcf, maka perusahaan asal Spanyol tersebut harus melakukan pengeboran terlebih dahulu. Pengeboran dilakukan untuk membuktikan ada tambahan cadangan.

"Untuk bisa 2 TCF kan harus dilakukan pengeboran-pengeboran," kata Dwi beberapa waktu lalu.

(Baca: Repsol Perkuat Eksplorasi Migas di Blok Sakakemang, Targetkan 18 Sumur)

Repsol menggambarkan penemuan blok Sakakemang sebagai penemuan gas terbesar di Indonesia dalam 18 tahun terakhir. Blok di Kabupaten Musi Banyuasin itu juga diklaim sebagai penemuan cadangan gas terbesar keempat dunia dalam dua tahun terakhir.

Repsol dan mitra kerjanya berharap dapat mencapai produksi gas pertama dalam waktu tiga tahun. Target tersebut jauh lebih cepat daripada proyek-proyek serupa yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait