Rupiah Hari Ini Kembali Dibuka Menguat ke Level Rp 13.885 per Dolar AS

Mata uang Garuda sempat menguat 0,05% ke level Rp 13.885 per dolar AS saat pembukaan pasar pagi ini.
Agatha Olivia Victoria
3 Januari 2020, 09:10
rupiah, dolar, nilai tukar
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Petugas menata uang Dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Nilai tukar rupiah pada pembukaan pasar pagi ini, Jumat (3/1) kembali menguat usai melemah pada penutupan hari Kamis (2/1) kemarin.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan pasar pagi ini, Jumat (3/1) kembali menguat usai melemah pada penutupan hari Kamis (2/1) kemarin. Mata uang Garuda pagi ini sempat menguat 0,05% ke level Rp 13.885 per dolar AS saat pembukaan pasar.

Namun hingga berita ini ditulis pukul 09.01, rupiah terpeleset ke angka Rp 13.892 per dolar AS, sedikit lebih positif dibandingkan penutupan kemarin yakni Rp 13.893 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia pagi ini menguat. Mengutip Bloomberg, yen Jepang naik 0,16%, dolar Hong Kong 0,02%, dolar Singapura 0,01%, won Korea Selatan 0,11%, dan baht Thailand 0,1%.

Sementara, beberapa mata uang Asia lainnya melemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Peso Filipina turun 0,02%, rupee India 0,21%, yuan Tiongkok 0,02%, dan ringgit Malaysia 0,06%.

Advertisement

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah berpotensi terus menguat hari ini. "Didorong optimisme pasar terhadap aset berisiko dengan naiknya bursa saham AS semalam," kata Tjendra kepada Katadata.co.id, Jumat (3/1).

(Baca: Rupiah Ditutup Melemah Terdampak Banjir Jabodetabek)

Optimisme ini dipicu oleh kepastian jadwal penandatanganan kesepakatan AS dan Tiongkok. Presiden AS Donald Trump pun menegaskan, kesepakatan perdagangan fase pertama dengan Tiongkok akan ditandatangani pada 15 Januari mendatang di Gedung Putih.

Dengan kesepakatan ini, AS akan memangkas tarif impor beberapa produk. Imbalannya,  Tiongkok akan membeli produk pertanian Negeri Paman Sam dalam jumlah lebih banyak.

Selain itu, Tjendra menyebut bahwa tingkat imbal hasil obligasi AS kembali melemah. Sehingga pelemahan tersebut bisa mendukung penguatan rupiah, serta mata uang regional lainnya.

"Rupiah hari ini berpotensi berada di antara Rp 13.830 - 13.920 per dolar AS," ujarnya.

(Baca: Perkasa di Akhir 2019, Rupiah Dibuka Melemah pada Awal 2020)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait