IHSG Diramal Turun Jelang Rilis Data PDB, Ini Saham Pilihan Analis

Investor masih menanti data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021. Salah satu saham yang direkomendasikan adalah perbankan.
Image title
4 Mei 2021, 06:45
ihsg, saham, bursa, rekomendasi saham
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja memfoto layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). IHSG diprediksi masih terkoreksi pada perdagangan Selasa (4/5).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (3/5) ditutup turun hingga 0,72 hingga menyentuh level 5.952. Analis pasar modal memprediksi, indeks berpotensi melanjutkan penurunannya pada pada perdagangan Selasa (4/5).

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, berdasarkan analisis secara teknikal, IHSG kemungkinan akan bergerak cukup berat dengan support dan resistance di level 5.934 dan 6.023.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Biasanya, setelah saham menyentuh level ini, akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

"Selanjutnya investor akan menanti data-data pertumbuhan ekonomi kuartal 1 2021 yang mulai akan rilis pada bulan ini setelah indeks kinerja manufaktur mulai ekspansi," kata Lanjar pada risetnya.

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya juga mengatakan, IHSG hari ini memiliki peluang untuk bergerak terkoreksi wajar. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, area rentang indeks berada di level 5.827 dan 6.088.

William mengatakan, gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG masih terlihat belum akan berakhir. Namun selama dapat mempertahankan support level terdekat dengan kuat maka indeks masih memiliki peluang untuk mengalami teknikal rebound.

"Masih kuatnya dan stabilnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari data perekonomian yang telah terlansir, turut menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG," kata William.

Beberapa saham menurut William layak untuk menjadi perhatian investor pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan AJi Gusta Utama juga menilai ada potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini. Adapun support maupun resistance maksimum berada pada level 5.883 hingga 6.026. "Terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini," kata Nafan.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Sedangkan analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyampaikan potensi IHSG  menguat pada perdagangan hari ini dengan resistance di level 6.045 dan 6.020 serta support di level 5.954 dan 5.913.

Menurutnya, pelemahan sudah mencapai level support dan berada di level jenuh jual. Dengan demikian ada potensi rebound pada pergerakan indeks pasar saham domestik hari ini. "Pergerakan masih dibayangi oleh kasus covid serta rilis laporan keuangan triwulan I-2021. Investor juga akan wait and see menanti data GDP Indonesia," kata Dennies.

Menurutnya ada beberapa saham yang direkomendasikan untuk tahan (hold) jika sudah beli sebelumnya karena indikator teknikal dan sentimen netral. Sejumlah saham tersebut adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait