IHSG Diramal Lanjutkan Pelemahan, Saham Perbankan Jadi Rekomendasi

Image title
23 Desember 2021, 07:02
ihsg, saham, bursa
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (31/3) ditutup melemah 85,92 poin atau 1,42 persen ke level 5.985.

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan skenario pelemahan pada hari ini, Kamis (23/12). Hal ini seiring minimnya sentimen positif yang bisa mendorong indeks menghijau dalam jangka pendek.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan  momentum pergerakan IHSG pada hari ini cenderung melemah jika melihat grafik tren selama setidaknya 12 hari terakhir. 

"IHSG akan konfirm melanjutkan skenario bearish jika IHSG menembus support krusial di 6.480 secara agresif," kata  Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova dalam risetnya, Kamis (23/12). 

 

Namun demikian, Ivan menilai IHSG masih berpotensi memasuki skenario perbaikan jika tidak ditutup di bawah level 6.514. Oleh karena itu, posisi support pertama IHSG hari ini ada di rentang 6.514-6.528. 

Adapun, titik support selanjutnya secara urut adalah 6.480 dan 6.464. Sementara itu, posisi resistance ada di level 6.593, 6.629, dan 6.655. 

Seperti diketahui, Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian. Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar  hingga laju pertumbuhan harga tertahan. 

Ivan merekomendasikan lima pergerakan emiten untuk diperhatikan investor hari ini, yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri TBk (BMRI), dan PT Charoen Pokphnad Indonesia Tbk (CPIN). 

Aksi trading buy direkomendasikan untuk dilakukan pada ADRO. Emiten tersebut saat ini berpeluang naik menuju Rp 2.280 per saham dari posisi saat ini Rp 2.150 per saham. 

Sementara itu, investor dianjurkan hanya melakukan aksi hold pada saham ASII dan CPIN. Ivan berujar saat ini saham ASII berpeluang untuk masuk skenario pertumbuhan dengan resistance Rp 6.050 per saham dari posisi saat ini Rp 5.625 per saham. 

Advertisement

Adapun, aksi hold pada CPIN berada di titik Rp 5.700 per saham dan area buyback di rentang Rp 5.350 - Rp 5.500 per saham. Dalam jangka pendek, saham CPIN diramalkan masih melanjutkan koreksi minor. 

Di samping itu, Ivan menyarankan hold atau trading buy pada BMRI pada rentang Rp 7.000 - Rp 7.050 per saham dengan target harga terdekat di titik Rp 7.400 per saham. Potensi penguatan diprediksi akan berlanjut selama tidak turun menembus level Rp 6.850 per saham dari posisi saat ini Rp 7.050 per saham. 

Terakhir, aksi hold atau buy on weakness dianjurkan pada saham BBRI lantaran proyeksi koreksi terbatas ke level Rp 3.890 per saham dari posisi saat ini Rp 4.050 per saham. Adapun, potensi pembalikan arah masih terbuka selama saham emiten tersebut ditutup di atas level Rp 3.980. 

Di sisi lain CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai IHSG berpotensi bergerak terbatas pada hari ini. Salah satu dasar proyeksi itu adalah kondisi ekonomi nasional yang masih menunjukkan adanya perlambatan roda perekonomian. 

"IHSG masih terlihat betah berada dalam fase konsolidasi wajar karena masih minim sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG dalam jangka pendek," kata WIlliam dalam risetnya. 

Adapun, emiten yang menjadi perhatian William hari ini adalah ASII, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Tower Bersama Infrastructre Tbk (TBIG), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). 

 

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait