Pendiri Terra Luna Do Kwon Jadi Buronan Internasional

Pejabat Korea Selatan menuduh Kwon dan lima orang lainnya melakukan kejahatan, termasuk pelanggaran hukum pasar modal.
Ameidyo Daud Nasution
27 September 2022, 09:30
kripto, terra luna, do kwon
Linkedin
Pendiri Terraform Labs Do Kwon. Foto: Linkedin

Dampak jatuhnya Terra Luna terus berlanjut.  Interpol telah menerbitkan red notice untuk kepada aparat di seluruh dunia menangkap salah satu pendiri Terraform Labs yakni Do Kwon.

Kwon menghadapi tuduhan penipuan atas runtuhnya nilai perusahaan senilai US$ 40 miliar. Dikutip dari Bloomberg pada Senin (26/9), pejabat Korea Selatan menuduh Kwon dan lima orang lainnya melakukan kejahatan, termasuk pelanggaran hukum pasar modal.

Kwon awal tahun ini pindah dari Korsel ke Singapura, di mana proyek Terraform Labs berbasis. Namun posisinya saat ini tidak jelas usai tanggal 17 September lalu ia tak berada lagi di Singapura.

Terraform Labs berada di balik TerraUSD dan saudaranya, Luna. Nilai keduanya anjlok pada Mei 2022 lalu dan menyebabkan kerugian besar di pasar kripto yang tengah tertekan dampak pengetatan moneter.

Advertisement

Anjloknya nilai Terra juga menyebabkan runtuhnya Three Arrows Capital, Voyager Digital, hingga Celsius Network. Jaksa Korsel menyatakan surat perintah penangkapan Kwon dikeluarkan lantaran adanya bukti pria 31 tahun itu berusaha melarikan diri.

Meski demikian, Kwon lewat akun Twitternya mengatakan dirinya siap membela diri dan mengklarifikasi fakta yang ada. "Kami telah memegang teguh intgritas yang sangat tinggi," kata Kwon lewat akun Twitternya.

Dikutip dari BBC harga Terra Luna saat ini bernilai kurang dari US$ 0,0002 atau anjlok dari harga tertingginya US$ 116 pada April 2022. Menurut perusahaan analitik blockchain Elliptic, investor global dua koin tersebut kehilangan US$ 42 miliar.

Bahkan beberapa investor kehilangan tabungan mereka untuk sekadar menyambung hidup. Dampaknya, pihak berwenang Korsel membuka penyelidikan kriminal atas kasus tersebut.

Do Kwon bersama rekannya, Daniel Shin mengembangkan Terra dan Luna pada 2018. Terra adalah kelompok stablecoin algoritmik dan dinamai sesuai mata uang patokan, misalnya TerraUS$. Sedangkan Luna berfungsi sebagai aset pendukung Terra.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait