5 Direksi Dicopot, Komisaris Garuda Indonesia Tunjuk Pejabat Sementara

ANTARA FOTO/REUTERS/Regis Duvignau/File Ph
Pesawat Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. Dewan Komisaris Garuda Indonesia telah menunjuk pejabat pengganti direksi yang dicopot karena terlibat upaya penyelundupan barang mewah.
Penulis: Ihya Ulum Aldin
9/12/2019, 19.32 WIB

Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akhirnya mengumumkan pengganti sementara direksi perusahaan yang dicopot karena terlibat kasus penyeludupan beberapa barang mewah melalui pesawat baru milik perusahaan.

Ada lima Direksi Garuda yang resmi dicopot, yakni Direktur Utama I Gusti Ngurah Ashkara, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad lqbal, Direktur Teknik dan Layanan lwan Joeniarto, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.

Komisaris Utama Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dewan komisaris dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir selaku pemegang saham pengendali.

(Video: Susi dan Jonan Semarakkan Bursa Calon Dirut Garuda)

Tidak hanya itu, dewan komisaris juga menunjuk beberapa orang untuk mengisi posisi jabatan yang kosong. "Guna menjaga kelangsungan operasional sesuai Anggaran Dasar Perseroan," kata Sahala dalam keterangan resmi yang dirilis pada Senin (9/12).

Fuad Rizal ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama menggantikan Ari Ashkara, sekaligus Plt Direktur Operasi dan Plt Direktur Teknik dan Layanan. Selain itu, Fuad tetap menjalankan tugas sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang merupakan jabatan aslinya.

Halaman:
Reporter: Ihya Ulum Aldin