BKPM: Investasi Ekonomi Digital Terpusat di Jakarta

Katadata | Arief Kamaludin
Kepala BKPM Yom Lembong.
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
5/5/2018, 09.16 WIB

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan Jakarta merupakan lokasi utama bagi investasi di sektor ekonomi digital di Indonesia. Dia memaparkan, hampir 95% investasi sektor ekonomi digital di Indonesia masuk ke Jakarta setiap tahunnya.

"Perkiraan pribadi saya angkanya antara Rp 25 - 40 triliun per tahun (investasi sektor ekonomi digital ke Jakarta) sekarang," kata Lembong di Balai Kota, Jakarta, Jumat (4/5).

Lembong mengatakan, jumlah investasi tersebut meningkat pesat dalam lima tahun terakhir. Padahal, kata dia, investasi di sektor ekonomi digital pada 2013 lalu hampir tak ada.

(Baca juga: Komisioner Baru KPPU Akan Mulai Awasi Sektor Ekonomi Digital)

Kondisi ini, kata dia, merupakan sebuah fenomena baru yang mengejutkan dan harus dikawal oleh pemerintah. Sebab, investasi di sektor ekonomi digital dianggap cukup besar dan menguntungkan.

"Sektor ekonomi digital itu sangat menguntungkan di tingkat nasional, sudah pasti. Jakarta adalah pusat ekonomi digital yang sedang berkembang, jadi tentu akan bermanfaat juga bagi warga DKI Jakarta," kata Lembong.

Karenanya, pemerintah berupaya memberikan kemudahan investasi di sektor ekonomi digital ini agar perkembangannya dapat terakselerasi. Salah satunya dengan kerja sama peningkatan pelayanan perizinan dan non perizinan serta kemudahan berusaha bagi perusahaan ekonomi digital antara BKPM dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Melalui kerja sama ini, nantinya pengurusan perizinan investasi ekonomi digital melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Jakarta akan diintegrasikan dengan BKPM. Alhasil, para investor tak perlu repot mengurus perizinan ke dua lokasi berbeda.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan membuat regulasi untuk mengatur ekonomi digital di Jakarta berkoordinasi dengan BKPM.

"Ada sebagian yang belum diatur karena ini sektor baru dan nanti kami bekerja bersama BKPM sehingga mereka sebagai usaha legitimated dan tercatat dengan baik untuk pertanggungjawaban keuangan, perpajakan, dan lainnya," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies memaparkan, jumlah investasi di Jakarta selama kuartal I/2018 melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 8,9 triliun. Adapun, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 20 triliun. Angka ini, lanjutnya, meningkat sebesar 19,4% dibandingkan tahun lalu.

Anies berharap melalui kerja sama antara Pemprov DKI dan BKPM, angka investasi di Jakarta dapat melonjak. "Efeknya bagi Jakarta adalah menggerakkan perekonomian, menyiapkan lapangan pekerjaan, dan harapannya akan memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi warga Jakarta," kata Anies.

(Baca juga: Tujuh Isu Besar Ekonomi Digital: Keamanan Data hingga Logistik)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.