BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan Pascagempa NTT 7,7 Magnitudo

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/kye
Warga mengamati tanah yang retak dan longsor akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
19/8/2026, 06.55 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terdapat total 2.768 gempa bumi susulan di kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Rabu (19/8) pukul 05.00 WIB. Sebelumnya, gempa berkekuatan M7,7 melanda Flores pada Sabtu (15/8).

Berdasarkan unggahan BMKG di akun Instagram, gempa susulan yang tercatat terjadi dalam kekuatan yang bervariasi, paling besar berkekuatan M6,2 sedangkan yang paling kecil berkekuatan M1,1. Adapun gempa bermagnitudo lebih dari M5 mencapai 24 kejadian. 

Sementara itu, dari ribuan total gempa susulan yang tercatat, 81 kejadian di antaranya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Menurut perkiraan BMKG, gempa susulan ini baru akan berakhir tiga hingga empat pekan ke depan. Sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat agar menghindari bangunan retak atau rusak, serta terus waspada terhadap potensi gempa bumi susulan. 

Korban Jiwa Mencapai 70 Orang

Berdasarkan laporan Badan SAR Nasional, per 17 Agustus malam, terdapat 202 korban terdampak gempa M7,7 Flores. 

“Meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang yang kami catat,” ujar Direktur Operasi Basarnas, Bramantyo, dalam konferensi pers pada Selasa (18/8). 

Bramantyo mengatakan, sudah tidak ada lagi laporan orang hilang atau yang masih belum ditemukan pascabencana. Namun, Basarnas bersama tim di lapangan masih terus menyisir area terdampak dan mendukung upaya pemulihan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, total korban luka-luka mencapai 1.182 orang. Perbedaan data ini dipengaruhi oleh metode pencatatan yang berbeda. Basarnas mencatat berdasarkan temuan di lapangan, sementara Kementerian Kesehatan mencatat jumlah korban di fasilitas kesehatan.

Dari jumlah tersebut, korban paling banyak berada di Kabupaten Manggarai Timur dengan 25 orang meninggal dunia, 442 orang mengalami luka berat, 513 orang mengalami luka ringan, dan sekitar 15.465 orang mengungsi. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan, per 18 Agustus 2026, terdapat 11.925 unit rumah rusak dan 1.297 fasilitas publik yang terdampak gempa. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas