KEK Tanjung Lesung Raup Investasi Rp2,5 Triliun di 2026, Serap 6.500 Pekerja
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Provinsi Banten telah menyerap investasi lebih dari Rp2,5 triliun pada 2026.
Purnomo Siswoprastijo, Presiden Direktur PT Banten West Java Tourism Development–pengelola KEK Tanjung Lesung–mengatakan pihaknya terus mengembangkan kawasan tersebut. Ia menilai potensinya semakin besar seiring dengan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.
"Hingga tahun ini, sekitar 6.500 tenaga kerja telah terserap dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Tanjung Lesung," katanya, dikutip dari Antara, Kamis (20/8).
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mendorong KEK Pariwisata Tanjung Lesung menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor pariwisata. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, potensi pariwisata Banten perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah. Pengembangan tersebut juga perlu didukung dengan konektivitas dan infrastruktur yang memadai.
“Tol Serang-Panimbang jika sudah beroperasi hingga Panimbang, ini tentunya juga menjadi salah satu daya dukung infrastruktur menuju Tanjung Lesung dan destinasi wisata lainnya,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Ely Susiyana mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten terus mendukung pengembangan KEK Pariwisata Tanjung Lesung melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta.
Ely mengatakan, pengembangan Tanjung Lesung juga diarahkan untuk mengubah top of mind wisatawan agar Banten menjadi salah satu tujuan utama wisata.
“Ini adalah salah satu KEK pariwisata tertua sebetulnya dan memang ini kita dorong karena harapan Pak Gubernur ke depan kita merubah top of mind-nya para calon wisatawan, agar tujuannya sekarang ke Banten aja,” katanya.