2.610 Titik Panas Kepung Sumatra, Lebih dari Separuh Berada di Sumsel

ANTARA FOTO/Rony Muharrman/tom.
Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru menyemprotkan air saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut yang meluas di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (19/8/2026).
Penulis: Ahmad Islamy
23/8/2026, 11.14 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 2.610 titik panas (hotspot) terdeteksi di Pulau Sumatra. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan pembaruan data pada Minggu (23/8) ini, pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, ribuan titik panas tersebut tersebar di sembilan provinsi. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 1.311 titik.

“Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 355 titik, Jambi 278 titik, Bangka Belitung dengan 268 titik, dan Lampung dengan 187 titik, disusul Aceh 67 titik, Kepulauan Riau 55 titik, Sumatra Utara 45 titik, Sumatra Barat 27 titik, dan Bengkulu 17 titik,” kata Elisa.

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Di Riau, sebanyak 355 titik panas terpantau tersebar di 11 kabupaten kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, yakni 216 titik.

Kabupaten Indragiri Hilir menyusul dengan 80 titik, sedangkan Kuantan Singingi tercatat memiliki 12 titik panas.

Hotspot lainnya tersebar di Kampar sebanyak 11 titik, Siak 10 titik, Kepulauan Meranti tujuh titik, Indragiri Hulu enam titik, serta Bengkalis lima titik.

Sementara itu, Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing mencatat tiga titik panas. Adapun Kota Dumai terdeteksi memiliki dua titik.

Tingginya jumlah titik panas turut berdampak pada kondisi udara di Pekanbaru. Pada Sabtu (22/8) malam, jarak pandang di sejumlah wilayah terpantau terbatas akibat kondisi berasap.

Berdasarkan pemantauan konsentrasi PM2,5, kualitas udara pada dini hari hingga pagi hari juga masuk kategori tidak sehat.

Kebakaran Lahan Riau Capai Lebih dari 700 Hektare

Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran lahan di Riau telah menghanguskan lebih dari 700 hektare lahan berdasarkan penanganan Manggala Agni.

Kebakaran terluas tercatat di Kabupaten Indragiri Hulu dengan luas mencapai 434 hektare, disusul Pelalawan sekitar 300 hektare.

Selain kedua wilayah tersebut, Manggala Agni juga menangani kebakaran lahan di sejumlah daerah lain di Riau, termasuk Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara