SMI Kucurkan Rp192 Miliar untuk Bangun Infrastruktur Ketahanan Pangan di Sulbar
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI menyalurkan pembiayaan senilai Rp192 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) untuk pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Direktur Utama SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan pembiayaan ini ditujukan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang dapat
dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Melalui pembiayaan ini, kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memberikan manfaat, yang dapat dirasakan masyarakat dan memperkuat potensi ekonomi Sulawesi Barat," kata Reynaldi seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/9).
Pembiayaan tersebut mencakup peningkatan dan preservasi jalan, pembangunan jembatan, penataan kawasan strategis, serta rehabilitasi bendungan dan peningkatan jaringan daerah irigasi.
Reynaldi mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi hal terpenting dalam memperkuat keterhubungan antar wilayah sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik. Berdasarkan data perusahaan, 50,23% kondisi jaringan jalan Sulawesi Barat masih memerlukan penangan. Kondisi tersebut turut mempengaruhi biaya operasional kendaraan, waktu tempuh, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat.
Sulawesi Barat juga perlu memperkuat infrastruktur ketahanan pangan dengan merehabilitasi bendungan dan irigasi di Papalang Sampaga, Bantalaka, Lakejo, dan Tobadak. Rehabilitasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan aliran irigasi bagi sektor pertanian, sehingga mampu mendukung produktivitas lahan dan indeks pertanaman, memperluas lahan tanam, dan mengurangi risiko gagal panen.
Hal ini menjadi semakin strategis mengingat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 47,41% terhadap perekonomian Sulawesi Barat.
Alternatif Pembiayaan Pembangunan di Luar APBD
Reynaldi mengatakan kerja sama tersebut juga memperkuat peran PT SMI dalam membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan di luar APBD.
Menurut dia, alternatif pembiayaan tersebut dapat membuat pemerintah daerah tetap menjalankan proyek pembangunan tanpa mengurangi anggaran untuk kebutuhan dan layanan publik lainnya.
"Dukungan pembiayaan daerah dari PT SMI memungkinkan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan tanpa mengurangi ruang anggaran untuk menjaga keberlanjutan kebutuhan dan layanan publik lainnya," ujar dia.
Hingga Juni 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan kepada pemerintah daerah mencapai Rp37,41 triliun. Dari jumlah tersebut, outstanding pembiayaan tercatat sebesar Rp13,67 triliun.