Kualitas Udara Sejumlah Daerah di Kalimantan Masuk Level Bahaya, Ini Daftarnya
Kualitas udara dalam kategori berbahaya masih terkonsentrasi di Kalimantan pada Rabu (9/9) pagi. Kecamatan Pontianak Tenggara di Kota Pontianak terpantau memiliki kualitas udara terburuk, dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tembus 711.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara dalam kondisi berbahaya dapat merugikan kesehatan secara serius pada populasi dan membutuhkan penanganan cepat. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan untuk menghindari aktivitas luar ruangan.
“Kelompok sensitif tetap di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Setiap orang hindari semua aktivitas di luar,” dikutip dari keterangan resmi KLH, pada Rabu (9/9).
Tak hanya di Pontianak Tenggara, beberapa wilayah lainnya terpantau memiliki kualitas udara serupa. Kondisi ini terjadi seiring berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Berikut daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pagi ini:
- Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, nilai ISPU 711 dengan kritikal parameter PM10
- Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, nilai ISPU 510 dengan kritikal parameter PM10
- Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 497 dengan kritikal parameter PM10
- Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 345 dengan kritikal parameter PM2,5
- Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 324 dengan kritikal parameter PM2,5
- Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 320 dengan kritikal parameter PM2,5
Setelah terpapar abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, kualitas udara Jakarta kembali menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan ISPU KLH, sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya memiliki kualitas udara sedang pagi ini.
Adapun kualitas udara tidak sehat terpantau di empat titik, yaitu Menteng di Jakarta Pusat dengan nilai ISPU 106; Tangerang Selatan di Banten dengan nilai ISPU 102; Cipayung di Jakarta Timur dengan nilai ISPU 101; dan Kembangan di Jakarta Barat dengan nilai ISPU 101.
Nilai ISPU tergolong ‘Baik’ berada dalam rentang 0-50. Artinya, tidak memberi efek negatif bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan di luar ruangan.
Nilai ISPU ‘Sedang’ berada pada rentang 51-100, menjadi tanda agar kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru untuk berhati-hati beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, ketika nilai ISPU ‘Tidak Sehat’ berada dalam rentang 101-200, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Nilai ISPU akan mencapai level ‘Sangat Tidak Sehat’ pada rentang 201-300, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan.
Adapun kualitas udara bisa tergolong berbahaya ketika berada nilai ISPU lebih dari 300. Semua orang diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Sebab, tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan serius dan membutuhkan penanganan cepat.