Penjualan Listrik Hingga September Meningkat 3,1%

ANTARA FOTO/Jojon
Seorang penghuni rusunawa mengisi voucher isi ulang listrik di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (9/5/2017)
Penulis: Arnold Sirait
16/10/2017, 10.30 WIB

Penjualan listrik nasional hingga September 2017 mengalami kenaikan 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kenaikkan penjualan listrik menjadi sinyal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana mengatakan sejak awal tahun hingga September 2017, volume penjualan listrik mencapai 163,3 terrawatt hour (TwH). Sementara periode yang sama tahun lalu hanya 158,6 Twh.

“Naiknya penjualan listrik PLN ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi Indonesia terus tumbuh dengan baik,” kata Dadan berdasarkan keterangan resminya dikutip Senin (16/10).

Mengacu laporan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN, Dadan mengatakan kenaikkan penjualan listrik terjadi di wilayah Jawa Bagian Barat. Angka penjualan listrik Jawa Bagian Barat ini mencakup wilayah Distribusi Banten dan wilayah Distribusi Jakarta Raya (Disjaya).

Adapun penjualan di wilayah Jawa Bagian Barat ini secara total bisa mencapai 2,8%. Jadi, volume penjualan listrik tahun ini hingga bulan September mencapai 39,4 TWh, sedangkan tahun lalu pada periode yang sama hanya mencapai 38,3 TWh.

Jika dirinci, PLN Distribusi Banten bahkan mencatatkan kenaikan 6,7%. Sementara penjualan listrik PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) tumbuh sebesar 0,4%.

Pertumbuhan itu seiring bertambahnya kapasitas pembangkit listrik PLN dan tambahan kapasitas dari pembangkit swasta di kedua wilayah tersebut. “Salah satunya PLTU IPP Banten 660 MW yang beroperasi Maret 2017,” ujar Dadan.

Di sisi lain, PLN juga sudah memutuskan tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir tahun. Tujuannya agar demi mendukung kepentingan masyarakat serta menjaga agar sektor bisnis dan industri tetap kompetitif.

Berdasarkan data PLN, tarif listrik periode Juli-September untuk golongan 900 Volt Ampere (VA) adalah Rp 1,352 per kilowatt hours (KwH). Sedangkan daya 1.300 VA, tarifnya sebesar Rp 1.467,28 per KwH.