PLN Targetkan Teken Kontrak Gas Pembangkit Jawa 1 Bulan Depan

Arief Kamaludin|KATADATA
Penulis: Miftah Ardhian
Editor: Yura Syahrul
18/3/2017, 11.00 WIB

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga kini belum dapat memastikan alokasi gas untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1. Padahal, sejak akhir Januari lalu, PLN telah meneken kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan Konsorsium PT Pertamina untuk membangun PLTGU berkapasitas 1.760 Mega Watt (MW) tersebut.

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengakui, sampai saat ini pihaknya belum menandatangani kontrak atau perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan BP Berau Tangguh untuk alokasi gas ke proyek pembangkit Jawa 1. Alasannya, masih ada proses di internal PLN yang juga melibatkan persetujuan pemegang saham PLN.

"Iya kan kami tunggu pemerintah. Tapi Menteri (Energi dan Sumber Daya Mineral) sudah setuju, semua sudah," ujar Iwan kepada Katadata di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (17/3). (Baca: BP Hentikan Operasi Train 2 Tangguh untuk Proses Perawatan)

Ia mengklaim, sebenarnya sudah tidak ada kendala yang berarti dalam kontrak jual-beli gas dari Tangguh. PLN hanya menunggu persetujuan dari pemerintah. Jadi, penandatanganan PJBG diharapkan dapat terlaksana paling lambat awal April nanti.

Padahal, jika mengacu pada target awal, Iwan pernah mengatakan, penandatanganan kontrak gas ini akan dilakukan dua minggu setelah penandatanganan PPA dengan Konsorsium Pertamina pada akhir Januari lalu. "Maksimum dalam dua minggu kami agreement dengan BP Berau Tangguh," ujar Iwan saat penandatanganan PPA PLTGU Jawa 1 di Jakarta, 31 Januari 2017.

Halaman: