Banyak Perusahaan Migas Hengkang, Pemerintah Perbaiki Iklim Investasi

Katadata
Ilustrasi produksi migas
17/6/2021, 15.22 WIB

Pemerintah menyatakan hengkangnya perusahaan migas dunia dari Indonesia akhir-akhir ini menjadi tantangan yang cukup berat. Apalagi investasi dari perusahaan-perusahaan tersebut sangat penting guna mendongkrak peningkatan produksi migas nasional.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyadari dampak negatif beberapa perusahaan yang mulai hengkang dari Indonesia. Kondisi ini tentu tidak menguntungkan bagi Indonesia, terlebih di saat investasi besar-besaran dibutuhkan.

"Kami memahami situasi saat ini tidak benar-benar menguntungkan bagi kita," ujar dia dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (17/6).

Apalagi ditambah tren perusahaan global yang saat ini mulai bertransformasi ke bisnis energi terbarukan. Ini menambah tantangan Indonesia dalam mendapatkan investasi. Tutuka mengatakan kementeriannya akan terus berupaya melakukan yang terbaik untuk menarik iklim investasi.

Seperti diketahui, beberapa perusahaan migas dunia diketahui mulai keluar dari Indonesia. Setelah Shell yang berniat hengkang dari Blok Masela dan Chevron di proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) tahap II, kini yang terbaru dari ConocoPhillips yang kemudian memutuskan akan melepas hak partisipasinya di Blok Corridor.

Halaman: