Harga Minyak Lanjutkan Kenaikan Dipicu Sentimen di Laut Merah

Pertamina
Pertamina mengelola Menzel Ledjmet Nord (MLN) Oil Field di Aljazair sejak 2014 dengan penguasaan hak partisipasi sebesar 65%. Lapangan migas ini memproduksi minyak 14.875 bopd pada Januari-Mei 2023.
Penulis: Happy Fajrian
29/1/2024, 19.00 WIB

Harga minyak melanjutkan kebangkitannya pada Senin (29/1) setelah rudal yang diluncurkan oleh militan yang didukung Iran membunuh pasukan Amerika Serikat (AS) di Yordania pada akhir pekan lalu, membuat tensi di laut merah semakin tinggi.

Harga Brent terpantau naik hingga 0,6% ke level US$ 84,03 per barel, sedangkan West Texas Intermediate AS juga naik 0,6% menjadi US$ 78,48 per barel.

Menurut Gedung Putih, tiga anggota militer AS tewas dan banyak yang terluka dalam serangan pesawat tak berawak terhadap pasukan yang ditempatkan di pos terdepan timur laut Yordania dekat perbatasan Suriah pada hari Minggu (28/1).

Mereka adalah korban tewas pertama warga Amerika akibat serangan musuh sejak perang Israel dengan Hamas dimulai pada 7 Oktober 2023.

“Meskipun kami masih mengumpulkan fakta-fakta serangan ini, kami tahu bahwa serangan itu dilakukan oleh kelompok militan radikal yang didukung Iran yang beroperasi di Suriah dan Irak,” kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan seperti dikutip CNBC.com.

“Jangan khawatir, kami akan meminta pertanggungjawaban semua pihak pada waktu dan cara yang kami pilih,” katanya menambahkan.

Kelompok Islamic Resistance di Irak mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak akhir pekan lalu di perbatasan Yordania-Suriah serta serangan terhadap dua pangkalan lainnya, dan menegaskan dukungan bagi “rakyat Palestina yang teguh di Jalur Gaza.”

Serangan tersebut menandai peningkatan ketegangan di Timur Tengah, dimana ketegangan meningkat setelah Israel menyatakan perang terhadap kelompok militan Palestina Hamas menyusul serangan teror yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel. Sejak dimulainya perang, lebih dari 26.000 orang telah tewas di Jalur Gaza.

Hal ini terjadi setelah serangan pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman terhadap sebuah kapal tanker minyak yang transit di Laut Merah pada hari Jumat. Sebuah kapal tanker produk minyak bumi, yang dioperasikan atas nama Trafigura, terbakar setelah terkena rudal di Teluk Aden.