Studi ESDM: Sejumlah Lokasi di Grobogan Mengandung Litium dan Boron

ANTARA FOTO/REUTERS/Patrick T. Fall
Conton bijih borat Kernite diambil dari tambang borat Rio Tinto dipajang di Boron, California, Amerika Serikat, Jumat (15/11/2019).
20/5/2024, 09.07 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan sejumlah lokasi di Grobogan, Jawa Tengah berpotensi mengandung litium dan boron. Hal ini didasarkan penelitian yang dilakukan kementerian tersebut.

Pada 2023 Tim Tim Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian ESDM bersama Eramet melakukan kunjungan ke Grobogan Jawa Tengah.

Kunjungan lapangan tersebut ditujukan dalam rangka mengambol sampel untuk analisis litium. Sebagai informasi, Litium dan Boron termasuk dalam mineral strategis untuk membuat baterai.

“Selama field trip dilakukan pula pengambilan sampel air dan lumpur di lima lokasi yaitu: Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Crewek, Jono, dan Bledug Kesongo," kata Kepala PPSDMB Agung Pribadi dalam siaran pers, dikutip Senin (20/5).

Pengambilan sampel air di Bledug Kuwu dan Bledug Cangkring berasal dari air yang keluar dari gunung lumpur, air yang baru terendapkan sehari, diendapkan dua hari, serta sisa-sisa air yang tidak mengkristal. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, air dari gunung lumpur Bledug Kuwu mempunyai kandungan litium 103-111 ppm dan boron 464-534 ppm. Sedangkan air sisa pada tambang garam mempunyai kadar litium mencapai 1059-1110 ppm dan boron 2660-2781 ppm.

"Pada sampel lumpur, kadar litium 115 ppm," ujar Agung.

Sementara itu, air dari gunung lumpur Bledug Cangkring mengandung litium 21-49 ppm dan boron 177-339 ppm. Sedangkan air sisa pada tambang garam mempunyai kadar litium mencapai 266-612 ppm dan boron 1341-1928 ppm. Pada sampel lumpur, kandungan litiumnya 113 ppm.

Selanjutnya sampel air dari daerah Crewek, mempunyai kadar 26-27 ppm dan boron 165-182 ppm. Sampel air dari daerah Jono, yaitu dari sumur air yang menjadi sumber tambang garam masyarakat, kandungan litiumnya 4 ppm dan boron 163 ppm.

Kemudian dari daerah Bledug Kesongo, kadar litium pada sampel air 56 ppm dan boron 17 ppm. Pada sampel lumpur, kadar litium 94 ppm. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, ESDM menilai ada sumber baru litium.

"Kadar litium yang tinggi itu menjadi rekomendasi untuk penyelidikan tahap selanjutnya yaitu eksplorasi dengan studi geofisika," katanya.

Reporter: Mela Syaharani