Bahlil: Tambang Freeport Belum Beroperasi, Fokus Cari Pekerja Terjebak Longsor
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini belum beroperasi, sejak insiden longsor yang terjadi di tambang bawah tanah, Grasberg Block Cave (GBC) pada Senin (8/9).
Bahlil menyebut baru ada dua pekerja yang ditemukan tewas dan sudah berhasil dievakuasi. Namun, lima pekerja lainnya masih belum ditemukan.
“Sejak longsor saya langsung berkoordinasi dengan manajemen PTFI. Kami memutuskan untuk menyetop seluruh aktivitas produksi dan memfokuskan seluruhnya baik tenaga, waktu untuk mencari pekerja yang terjebak di tambang (GBC),” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (26/9).
Bahlil menghitung, sudah tiga minggu tambang PTFI tidak beroperasi, hal ini tentu berdampak pada produktivitas dan pendapatan baik daerah dan perusahaan.
“Sampai dengan hari ini belum berproduksi, tetap fokus untuk mencari pekerja yang belum ditemukan,” ujarnya.
Bahlil mengaku terus berkomunikasi dengan Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas terkait hal ini. Dia juga telah menurunkan tim yang terdiri atas Direktur Inspektur Tambang dan lainnya untuk berada di lokasi GBC.
“Mereka melaporkan bahwa proses evakuasi masih terus berjalan dan belum ada aktivitas (produksi) apapun,” ucapnya.
Baru Bisa Beroperasi 2027
Sementara itu, Freeport McMoran (FCX) yang merupakan induk perusahaan PTFI memprediksi tambang bawah tanah GBC baru bisa beroperasi kembali pada 2027 setelah terjadinya longsor berupa aliran material basah sebanyak 800 ribu ton. PTFI saat ini sedang mengevaluasi dampak insiden ini terhadap rencana produksi masa depan.
Akibat longsor, perusahaan memperkirakan ada revisi jumlah produksi yang bergantung pada jadwal perbaikan dan pemulihan bertahap. Perusahaan menjelaskan berdasarkan penilaian awal, dampak longsor ini kemungkinan mengakibatkan penundaan produksi yang signifikan (kuartal IV 2025 dan tahun 2026).
“Kembalinya tambang (GBC) ke tingkat operasi sebelum insiden berpotensi tercapai pada 2027,” kata perusahaan dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (25/9).
Berdasarkan data FCX, tambang GBC memiliki komposisi 50% dari cadangan mineral yang ada di PTFI hingga 2024. Hasil tambang ini mewakili 70% produksi tembaga dan emas yang diperkirakan hingga 2029.
Longsor ini terjadi di salah satu dari lima blok produksi di GBC. Namun mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung produksi blok lain di GBC. Produksi PTFI saat ini berasal dari tiga tambang, yakni GBC, Deep Mill Level Zone and Big Gossan.
“PTFI memperkirakan tambang Big Gossan dan Deep MLZ yang tidak terdampak longsor bisa memulai kembali operasinya pada pertengahan kuartal empat 2025,” ujar perusahaan.