Bahlil: Kapasitas Pengolahan Bauksit di Smelter RI Capai 17,5 Juta Ton per Tahun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kapasitas pengolahan bijih bauksit di fasilitas smelter mencapai 17,5 juta ton per tahun. Pengolahan komoditas mineral di smelter ini merupakan salah satu bentuk hilirisasi yang sedang didorong di Indonesia.
“Dari total smelter bauksit yang sudah dibangun, kapasitasnya itu mencapai 17,5 juta ton untuk bahan bakunya,” kata Bahlil saat ditemui usai Mineral dan Batu Bara Convex 2025, Rabu (15/10).
Bahlil menambahkan, Indonesia saat ini juga telah melarang ekspor bahan mentah bauksit sebagai upaya meningkatkan investasi dalam negeri.
“Investasi bidang hilirisasi minerba tahun ini ditargetkan mencapai US$ 7-8 miliar, saat ini realisasinya hingga Agustus 2025 sudah mencapai US$ 3-4 miliar,” ujarnya.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, menjelaskan total kapasitas pengolahan 17,5 juta ton bijih bauksit berasal dari lima smelter yang ada di Indonesia, yaitu Bintan Alumina, Borneo Alumina Indonesia, Well Harvest Winning Alumina Refinery, Indonesia Chemical Alumina, dan Borneo Alumindo Prima.
Tri menambahkan, dorongan hilirisasi bauksit juga disebabkan karena hasil tambang bauksit menurut RKAB jauh lebih banyak dibandingkan kapasitas input smelter. “Kami dorong hilirisasi karena kebutuhan kami untuk aluminium masih ada ruang (kekurangan),” ujar Tri.
Pemerintah Tetap Tutup Ekspor
Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan membuka kembali ekspor bijih bauksit, sebagai bagian dari pengembangan hilirisasi di sektor mineral. “Tidak, tidak ada (ekspor bauksit), enak saja,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (21/10/24).
Pengembangan hilirisasi bauksit ini juga masuk dalam rencana jangka panjang Kementerian ESDM. “Tugas kami, bagaimana mengoptimalkan hilirisasi pada sektor selain nikel, termasuk bauksit. Nanti kami review,” ujarnya.
Sejak Juni 2023, pemerintah melarang ekspor bijih bauksit dengan harapan dapat mendorong industri pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit di dalam negeri.