PHE ONWJ Aktifkan Kembali Anjungan di Subang, Produksi 374 Barel Minyak per Hari
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java mengaktifkan kembali sebuah anjungan di lepas pantai Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang sempat dinonaktifkan pada 2010.
Melalui reaktivasi ini, anjungan tersebut memproduksi minyak mentah sebanyak 374 barel minyak per hari (bph). Angka produksi tersebut didapatkan dari dua sumur, yakni EZB-1S dan EZB-3S melalui test produksi pada 26 Oktober 2025.
Perusahaan mengatakan reaktivasi ini dilakukan untuk memaksimalkan aset eksisting untuk mendukung pencapaian target produksi minyak nasional. Selain itu, General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama, langkah tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menjaga laju produksi migas.
"Misi kami jelas, yaitu membangunkan kembali setiap potensi yang masih tersimpan demi kontribusi nyata bagi produksi nasional," kata Muzwir dalam siaran pers, dikutip Rabu (5/11).
Wira menyebut menghidupkan kembali fasilitas yang telah nonaktif selama lebih dari satu dekade bukanlah pekerjaan sederhana. Operasi ini menuntut analisis mendalam dan standar keselamatan yang ketat.
"Tim kami harus memastikan kembali integritas seluruh fasilitas, menganalisis ulang data bawah permukaan (subsurface), dan menerapkan teknologi yang adaptif untuk 'memancing' minyak keluar dari sumur-sumur tua ini,” ujarnya.
Untuk mendapatkan tambahan produksi migas saat ini tidak hanya berasal dari temuan baru, tapi juga mengelola sumber produksi yang sudah ada.”Setiap barel minyak yang berhasil kami produksi dari lapangan tua merupakan langkah efisiensi untuk mendukung kemandirian energi Indonesia," ucapnya.
Perusahaan saat ini juga berencana untuk memaksimalkan kinerja produksi anjungan tersebut secara keseluruhan, tidak hanya mengaktifkan dua sumur saja. "Kami akan melanjutkan pekerjaan serupa di sumur-sumur lain di Anjungan EZB, seperti EZB-1L, EZB-4, dan EZB-2," katanya.