Pasokan Listrik di Sumatera Mulai Pulih, Aceh Baru 52%

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar
Pekerja membangun tower darurat sebagai pengganti tower transmisi yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Bireuen, Aceh, Selasa (2/12/2025). PT PLN (Persero) membangun lima unit tower darurat untuk pemulihan listrik di daerah yang terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November lalu di Provinsi Aceh.
5/12/2025, 15.59 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebagian besar aliran listrik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali menyala. Sebelumnya ketiga provinsi tersebut mengalami pemadaman listrik imbas terjadinya banjir bandang yang terjadi pekan lalu.

“Di Aceh itu 759 ribu pelanggan listriknya sudah menyala, (jumlahnya) 52% dari total 1,4 juta pelanggan terdampak,” kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (5/12).

Di Aceh khususnya Kabupaten Bireuen, banjir bandang menyebabkan lima tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Aceh yang hancur total. Empat tower roboh dan satu tower lainnya mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Bireuen setelah banjir dan angin kencang melanda daerah tersebut.

Anggia mengatakan per 3 Desember ketika Kementerian ESDM mengunjungi Bireuen, telah dilakukan pengangkutan material tower yang roboh menggunakan helikopter.

“Ini dilakukan karena akses jalan terputus semua. Total material yang harus dibawa sebanyak 35 ton,” ujarnya.

Dia menyebut seluruh pihak sedang mempercepat pembangunan transmisi sementara yang akan menghubungkan sebagian besar wilayah di Aceh. 

Sementara itu Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM Rudy Sufahriadi, mengungkapkan sebanyak 134 dari 300 penyulang atau jalur utama yang menyalurkan energi listrik dari gardu induk ke jaringan distribusi terdampak bencana di Aceh telah dinyalakan kembali.

Sebanyak 52% gardu distribusi atau sekitar 7.596 dari 14.237 gardu distribusi sudah kembali beroperasi. Untuk beban listrik yang sempat padam sebesar 358,8 MW, saat ini telah pulih 162,87 MW (45%).

“Kemudian di Sumatera Utara, pemulihan berjalan lebih cepat. Terdapat 103 penyulang dan 96 di antaranya (93%) telah kembali menyala. Dari 4.537 gardu distribusi yang padam, sebanyak 3.778 gardu (83%) telah dipulihkan. Beban yang terdampak mencapai 264,13 MW, dimana 247,33 MW (94%) telah kembali normal,” kata Rudy dalam siaran pers, JUmat (5/12).

Dia menyebut setelah tim recovery PLN UPT Padang Sidempuan berhasil mengenergize gardu listrik untuk wilayah Sibolga - Tapanuli Tengah dan sekitarnya, sebanyak 87% atau 473.366 pelanggan listrik di Sumatera Utara telah kembali mendapatkan suplai listrik dari total 544.048 pelanggan terdampak.

Kemudian di Sumatera Barat, sebagian besar sistem kelistrikan telah berhasil dinormalkan, dari 74 penyulang terdampak, seluruhnya sudah kembali menyala (100%).  Sebanyak 2.284 gardu distribusi (99%) telah dipulihkan dari 2.302 gardu distribusi terdampak.

“Untuk beban terdampak di Sumatera Barat sebesar 42 MW, dimana 40,9 MW (97%) telah kembali beroperasi. Sementara dari 270.148 pelanggan terdampak, sebanyak 268.883 pelanggan (99%) kini sudah kembali mendapatkan listrik,” ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani