Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 1% Seiring Meredanya Konflik AS-Iran
Harga minyak dunia turun lebih dari 1% pada pembukaan pasar Senin (9/2). Hal ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran potensi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kedua negara ini telah melakukan perundingan pada Jumat lalu.
Kontrak berjangka minyak Brent turun 89 sen, atau 1,31%, menjadi US$ 67,16 per barel pada pukul 23.09 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 62,76 per barel, turun 79 sen, atau 1,24%.
Dilansir dari Reuters, seorang diplomat Iran menyebut pembicaraan kedua negara terkait program nuklir yang digagas pemerintahan Tehran telah dimediasi oleh Oman dengan baik.
Dikutip dari Bloomberg, pemerintah AS sebelumnya telah mengumpulkan pasukan militer di kawasan Timur Tengah. Presiden Donald Trump mengatakan akan ada pertemuan lain pada awal pekan ini.
Pemimpin AS juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sembari mempersiapkan paket tarif terhadap negara-negara yang melakukan bisnis dengan Iran.
Harga minyak mentah terus naik sejak awal 2026 meskipun ada beberapa kekhawatiran luas tentang kelebihan pasokan, kenaikan ketegangan geopolitik, serta penghentian aliran minyak dari beberapa negara, termasuk Kazakhstan.
Namun, harga minyak turun pekan lalu seiring tanda-tanda kemajuan antara Iran dan AS, yang dianggap oleh para pedagang sebagai pengurangan kemungkinan intervensi militer dalam waktu dekat.
Para pedagang juga fokus pada aliran minyak ke India. Trump telah menyatakan bahwa negara Asia Selatan tersebut setuju untuk menghentikan impor minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan.
Kendati demikian, pemerintah India belum secara langsung mengonfirmasi komitmen tersebut. India hanya menekankan pemerintah setempat memastikan keamanan energi tetap menjadi prioritas utama.