Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Dampak Penutupan Selat Hormuz

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Presiden Prabowo Subianto bersiap mengikuti forum bisnis di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).
2/3/2026, 17.30 WIB

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka Jakarta pada Senin (2/3). Pertemuan tersebut salah satunya membahas perkembangan terkini geopolitik terkait penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Bahlil mengatakan langkah antisipatif dibicarakan karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis distribusi minyak dunia. Ia menyebut setiap gangguan di kawasan itu berpotensi memicu lonjakan harga dan mengganggu stabilitas pasokan energi global.

"Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per hari," kata Bahlil kepada wartawan sebelum memasuki gerbang Istana.

Bahlil mengatakan Kementerian ESDM juga telah mengagendakan rapat lanjutan dengan Dewan Energi Nasional pada Selasa (3/2). Mereka akan mendalami langkah strategis karena potensi gangguan pasokan dan fluktuasi harga energi akibat dinamika geopolitik global.

Ketua Umum Partai Golkar itu menyebutkan stok nasional bahan bakar minyak (BBM) yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk sekitar 20 hari ke depan. Bahlil menyatakan situasi geopolitik saat ini belum memicu dampak tururan terhadap rencana penyesuaian anggaran subsidi energi

"Sampai hari ini tidak ada masalah. Tapi harga dunia akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah," ujarnya.

Pemandangan udara dari pesisir Iran dan pulau Qeshm di Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)

Bahlil mengatakan, tren kenaikan harga minyak global sudah terlihat saat ini. Berdasarkan data perdagangan berkala Bloomberg pada Senin (3/2), minyak mentah Brent melonjak 7,96% berada di level US$ 78,67 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 7,37% ke harga US$ 71,98 per barel.

"Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik," ujar Bahlil.

Sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan mengerahkan pasukan untuk menutup Selat Hormuz di tengah memanasnya situasi kawasan Timur Tengah. Selat yang berada di selatan Iran itu merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.

Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari mengatakan tidak ada kapal yang diizinkan melintas selama penutupan berlangsung. “Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul serangan terhadap Iran,” kata Jabari kepada media Lebanon Al-Mayadeen, Sabtu (28/2) waktu setempat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu