Harga Minyak Hampir US$ 79 Per Barel Seiring Peningkatan Konflik Iran-AS
Harga minyak terus naik seiring dengan meningkatnya serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Harga minyak acuan Brent naik 1,5% mencapai US$ 78,87 per barel pada Selasa (3/3). Harga minyak Brent sempat melonjak hingga US$ 82,37 per barel yang merupakan angka tertinggi sejak Januari 2025, pada Senin (2/3). Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$ 72,06 atau naik 1,2%.
Presiden Donald Trump mengatakan AS akan mengerahkan segala upaya dalam konflik ini. Departemen Luar Negeri AS mengimbau semua warga Amerika untuk meninggalkan Timur Tengah karena risiko keamanan yang serius.
AS sedang bersiap untuk meningkatkan serangannya di Iran dalam 24 jam ke depan. AS menilai dalam serangan pertama telah melemahkan pertahanan Iran. Di fase berikutnya, negara superpower tersebut akan fokus pada produksi rudal, drone, dan kemampuan maritim.
“Pasukan Iran akan membakar kapal apapun yang coba melewati Selat Hormuz,” kata Penasihat komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ebrahim Jabbari dikutip dari Bloomberg, Selasa (3/3).
Pasar Energi Terguncang
Pasar energi global terguncang oleh perang yang meletus sejak Sabtu (28/2). Konflik yang melibatkan tiga negara ini meluas ke Timur Tengah yang memiliki pasokan minyak melimpah. Iran membalas serangan AS dan Israel ke negara-negara yang menjadi tempat penampungan pasukan Amerika.
Harga minyak melonjak, bersamaan dengan gas alam dan produk minyak seperti solar. Hal tersebut berpotensi memicu gelombang inflasi di seluruh dunia.
Iran juga menargetkan serangan pada infrastruktur energi di sekitar Timur Tengah. Kemarin, Saudi Aramco menghentikan operasi kilang Ras Tanura setelah serangan drone di wilayah tersebut. Di saat yang bersamaan, QatarEnergy juga menghentikan produksi gas alam cair di fasilitas ekspor terbesar di dunia setelah menjadi sasaran serangan drone Iran.
Lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz hampir sepenuhnya terhenti akibat eskalasi konflik. Titik krusial di lepas pantai Iran ini menangani seperlima dari pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Pengiriman yang melintasi perairan ini biasanya berasal dari Iran, serta produsen lain di kawasan tersebut, termasuk Arab Saudi, menuju pasar global.
Selain pasar komoditas, dampak konflik juga melanda pasar angkutan barang. Biaya pengangkutan minyak mentah dari Timur Tengah ke Cina melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada Senin. Menurut data dari Baltic Exchange, pendapatan di rute Timur Tengah melonjak menjadi US$ 424.000 per hari.