Filipina Jadi Negara Pertama Umumkan Darurat Energi Nasional

ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto/foc.
Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr menghadiri ASEAN-Republik of Korea Summit ke-24 di Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Penulis: Reza Pahlevi
24/3/2026, 20.27 WIB

Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. mengumumkan keadaan darurat energi nasional di tengah krisis energi akibat konflik Timur Tengah. Filipina menjadi negara pertama yang mengumumkan kedaruratan energi sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026.

Dalam perintah eksekutifnya, Marcos menyebut eskalasi ketegangan Timur Tengah menjadi faktor kunci yang mengancam produksi dan transportasi minyak global. Hal ini dapat berdampak pada Filipina sebagai importir bersih bahan bakar minyak (BBM).

Marcos menekankan deklarasi keadaan darurat ini penting agar pemerintah dapat menerapkan kebijakan terkoordinasi untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan mencukupi. 

“Sebagai importir bersih minyak, Filipina sangat bergantung pada sumber eksternal untuk pasokan minyak dan membuatnya rentan pada gangguan produksi dan transportasi minyak global,” tulis Marcos dalam perintah eksekutif, dikutip dari media resmi Filipina, Philippines News Agency, Selasa (24/3).

Pada Selasa pagi, Menteri Energi Filipina Sharon Garin mengatakan Filipina memiliki cadangan bahan bakar sekitar 45 hari berdasarkan tingkat konsumsi saat ini. Dia mengatakan pemerintah Filipina sedang berupaya mendapatkan satu juta barel minyak tambahan untuk membangun cadangan minyaknya.

Marcos sebelumnya mengatakan gangguan pasokan bahan bakar sudah terasa untuk industri penerbangan Filipina. Menurutnya, ada kemungkinan pemberhentian operasional penerbangan Filipina, terutama untuk penerbangan jarak jauh.

Indonesia Masih Nilai Stok BBM Aman

Meski juga berstatus importir bersih minyak, pemerintah Indonesia menilai pasokan BBM dalam negeri tetap aman. Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho mengatakan stok BBM nasional masih memadai.

Menurutnya, penyaluran BBM ke berbagai SPBU berjalan tanpa kendala. Dia pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM dipastikan aman. 

“Pemerintah, sebagaimana arahan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM, khususnya oleh Pertamina Patra Niaga terus dijaga ketahanannya,” kata Fathul dikutip dari Antara, Selasa (24/3).

Sebelumnya, Bahlil sempat melaporkan cadangan BBM mencapai sekitar 24-31 hari tergantung jenisnya. Kondisi ini diungkap Bahlil dalam sidang kabinet paripurna sebelum Lebaran pada Jumat (13/3).

Rinciannya, cadangan BBM subsidi RON 90 mencapai sekitar 24,39 hari. Sementara itu, cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 tercatat sekitar 28 hari dan RON 98 sekitar 31 hari.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.