Kementerian ESDM soal Kabar Harga BBM Akan Naik: Tunggu 1 April
Beredar tangkapan layar atau screenshot di aplikasi perpesanan WhatsApp, yang menunjukkan perkiraan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak pada April. Kementerian ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral enggan berkomentar banyak mengenai kabar ini.
“Tunggu 1 April saja,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman Kementerian ESDM kepada Katadata.co.id, Senin (30/3).
Berdasarkan screenshot yang dilihat oleh Katadata.co.id, tertera logo Danantara. Tangkapan layar ini juga memuat perkiraan Harga Jual Eceran (HJE) BBM pada April, sebagai berikut:
- Pertamax: naik Rp 5.550 per liter dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.850 per liter
- Pertamax Green: naik Rp 6.250 per liter dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.150 per liter
- Pertamax Turbo: naik Rp 6.350 per liter dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.450 per liter
- Dex: naik Rp 9.450 per liter dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.950 per liter
- Dexlite: naik Rp 9.450 per liter dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.650 per liter
Laode tidak berkomentar mengenai angka-angka itu. Ia hanya menjelaskan bahwa besaran BBM non-subsidi baik untuk BUMN maupun badan usaha swasta akan berbeda.
“Nanti harganya mengikuti mekanisme pasar. Bagi pemerintah yang penting BBM Subsidi tetap harganya, tidak naik,” kata Laode. BBM subsidi yakni Biosolar dan Pertalite.
Dihubungi secara terpisah, PT Pertamina (Persero) mengatakan informasi yang beredar terkait perkiraan harga BBM pada April tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron kepada Katadata.co.id, Senin (30/3).
Baron menyebut informasi valid terkait harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com
Katadata.co.id juga meminta konfirmasi kepada Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga dan Roberth MV Dumatubun. Namun belum ada tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Dalam tangkapan layar yang beredar itu, disebutkan pula kenaikan harga BBM seiring tren kenaikan Harga Indeks Pasar (HIP) di tengah lonjakan harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Selain itu, penyesuaian harga BBM disebut mempertimbangkan perlunya gap harga yang cukup lebar dari pesaing demi memitigasi gejolak sosial di segmen Jenis BBM Umum (JBU) saat terjadi kenaikan harga yang signifikan.