Bahlil Pastikan Pasokan LPG Aman, Impor Sudah Dialihkan dari Timur Tengah ke AS

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kiri) didampingi Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha (kiri) bersiap memberikan keterangan pers terkait Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Menteri ESDM memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), termasuk elpiji, dalam keadaan aman terkendali, dengan jumlah pasokan BBM dan elpiji di Indonesia masih tersedia hingga 21 hari ke depan.
Penulis: Mela Syaharani
Editor: Agustiyanti
6/4/2026, 20.25 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia telah mengalihkan sumber impor liquified petroleum gas (LPG) yang sebelumnya dipasok dari Timur Tengah ke sejumlah negara. Hal ini seiring perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari yang hingga kini masih berlangsung.

“Sudah kami alihkan ke negara lain seperti di Amerika, Australia, dan beberapa negara lainnya,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (6/4).

Meski terjadi perang dan pengalihan sumber impor, Bahlil memastikan pasokan LPG Indonesia dalam kondisi aman.

Perang Timur Tengah telah menghambat pasokan migas dari Teluk Persia ke pasar global. Pengalihan impor ini tidak hanya dilakukan untuk komoditas LPG namun juga diterapkan untuk minyak mentah (crude) yang sebagian kebutuhannya dipasok dari Timur Tengah.

“Kalau crude itukan dikonversi (dari pasokan) Timur Tengah ke beberapa negara seperti Angola, Nigeria, dan negara-negara di Afrika,” ujarnya.

Bahlil sebelumnya mencatat tahun ini Indonesia mengimpor 7,8 juta ton LPG. Porsi impornya disumbang 70% dari AS dan 30% dari produksi Saudi Aramco.

Ketahanan stok 10-13 hari saat Ramadan-Idulfitri

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebut rata-rata ketahanan stok LPG atau elpiji mencapai 11,6 hari atau 10-13 hari selama periode Ramadan Idulfitri tahun ini. 

Ketahanan ini terhitung sejak tanggal 12 sampai dengan 31 Maret 2026 atau 20 hari posko esdm periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 116.K/HK.02/MEM.S/2026. 

“Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini 34.206 metrik ton atau naik sebesar 6,5% dari rerata normal,” kata Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati dalam penutupan posko ESDM 2026, Selasa (31/3). 

Puncak kenaikan penyaluran terjadi pada 16 Maret 2026 yaitu sebesar 33.428 metrik ton atau naik 4,1% dari rerata normal sebesar 32.111 metrik ton.  Dia menyebut Ditjen Migas melakukan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran LPG harian serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian LPG ke penyalur dan juga sub penyalur LPG. 

“Terdapat isu kelangkaan di beberapa wilayah namun dapat segera tertangani dengan baik,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani