Kemlu Sebut Dua Kapal Pertamina Dapat Lampu Hijau Iran Lewati Selat Hormuz
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menindaklanjuti respons positif pemerintah Iran dalam upaya membebaskan dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Teluk Persia akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
“Kemlu RI terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak, termasuk Angkatan Bersenjata Iran dan Kemlu Iran, untuk menindaklanjuti sinyal positif yang telah disampaikan pemerintah Iran terkait kapal Pertamina,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (16/4).
Ia mengatakan tindak lanjut tersebut dilakukan dengan melakukan pemantauan kondisi kedua kapal Pertamina serta memastikan kesiapan teknis agar kedua kapal tanker tersebut dapat berlayar dengan lancar begitu lampu hijau diberikan.
Kesiapan teknis yang dimaksud meliputi antara lain kesiapan kru serta asuransi pelayaran, kata Jubir II Kemlu RI itu.
Adapun Nabyl menjelaskan bahwa Indonesia terus menggarisbawahi pentingnya menjaga Selat Hormuz sebagai kawasan yang aman, terbuka, dan dapat dilalui oleh pelayaran internasional sesuai dengan ketentuan hukum internasional.
Indonesia juga menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal niaga dan menegaskan bahwa keselamatan pelaut harus menjadi prioritas tertinggi bagi semua pihak, khususnya dalam konflik, kata dia.
Sementara itu, Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa persoalan izin resmi lintas udara atau overflight clearance, yang diminta Amerika Serikat untuk melintasi wilayah udara RI, tidak membawa dampak apa pun dalam negosiasi yang berjalan dengan Iran.
“Proses terus berjalan dan kami menunggu detail mekanisme selanjutnya dari pihak Iran,” kata Yvonne.
Maret lalu, Kemlu RI telah memastikan bahwa pemerintah Iran merespons positif permintaan pemerintah Indonesia supaya dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.
“Telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl terkait hasil koordinasi intensif yang dilakukan Indonesia dengan semua pihak terkait di Iran mengenai kapal Pertamina tersebut.
Adapun menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder per Sabtu sore, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.
Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi; sementara kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.