PLN Gandeng UNOPS, Perkuat Kolaborasi Transisi Energi dan EBT

PLN
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kedua kanan) bersama Matthew David Johnson-Idan (kiri) dan Edo Mahendra (kanan) menyaksikan penyerahan dokumen Partnership Agreement PLN–UNOPS oleh Evy Haryadi (tengah) kepada John Cotton (kedua kiri) terkait kajian dan dukungan transisi energi.
1/5/2026, 08.37 WIB

PT PLN (Persero) memperkuat kemitraan global untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim. Langkah ini ditandai penyerahan dokumen partnership agreement dengan United Nations Office for Project Services (UNOPS) dalam PLN Sustainability Day 2026 bertema “Empowering Climate Resilience” di Jakarta, Selasa (28/4).

Perjanjian tersebut mencakup kajian dan dukungan program transisi energi, mulai dari strategi transisi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pengembangan smart grid dan Energy Storage System (ESS), hingga studi pengembangan energi terbarukan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi global untuk menghadirkan solusi konkret menghadapi krisis iklim sekaligus menopang kedaulatan energi dan ketahanan ekonomi.

“PLN terus memperkuat kemitraan global untuk menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk melalui kolaborasi dengan UNOPS. Kemitraan ini mencerminkan aliansi visioner untuk mempercepat transisi energi Indonesia melalui inisiatif konkret yang berdampak tinggi," tutur Darmawan.

Ia menekankan pentingnya dukungan global dalam transisi energi, mengingat dampak perubahan iklim bersifat lintas batas.

"Perubahan iklim adalah tantangan global yang tidak mengenal batas negara. Emisi gas rumah kaca di satu wilayah di bumi akan berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, transisi energi menjadi perjuangan bersama untuk menjaga masa depan peradaban manusia,” tegas Darmawan.

Deputy Director of the Southeast Asia Energy Transition Partnership (ETP) UNOPS, John Cotton menilai kolaborasi ini krusial untuk menyelaraskan transformasi sektor energi nasional dengan dukungan internasional, termasuk percepatan implementasi program prioritas berbasis kajian dan inovasi teknologi.

“Perjanjian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan ETP dalam mendukung agenda transisi energi Indonesia yang ambisius. PLN merupakan penggerak utama dalam transformasi ini. Melalui kemitraan ini kami bertujuan untuk memberikan dukungan strategis, teknis, dan praktis yang memungkinkan percepatan pengembangan energi bersih serta kesiapan jaringan listrik. Bersama-sama, kami berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi perekonomian, masyarakat, dan lingkungan Indonesia,” ulas John.

Head of the United Nations Resident Coordinator’s Office, Matthew David Johnson-Idan, mengapresiasi langkah PLN dalam menerjemahkan komitmen Indonesia pada Paris Agreement, termasuk target Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan Net Zero Emissions (NZE) 2060.

"Dalam peta jalan transisi energi nasional, peran PLN sangat krusial. PLN bukan sekadar penyedia listrik, melainkan institusi garda terdepan yang menerjemahkan ambisi iklim Indonesia menjadi aksi nyata melalui ekspansi energi terbarukan, modernisasi jaringan (smart grid), dan penguatan efisiensi energi secara masif," ujar Matthew.

Ia menambahkan, transformasi sistem energi global membutuhkan dukungan pembiayaan inovatif untuk mempercepat investasi.

"Dalam konteks ini, United Nations siap mendukung PLN dalam memobilisasi pasar modal, termasuk melalui instrumen seperti penerbitan obligasi korporasi, pembiayaan campuran (blended finance), dan mekanisme berbagi risiko yang dapat mendorong investasi swasta jangka panjang sekaligus menjaga nilai publik," imbuhnya.

PLN Sustainability Day 2026 menjadi forum pemangku kepentingan lintas negara untuk mempercepat dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan. Pada tahun kelima penyelenggaraannya, PLN menegaskan pentingnya sinergi internasional dalam memperluas pemanfaatan energi bersih dan membangun sistem listrik yang tangguh, inklusif, serta berdaya saing global.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.