Freeport Indonesia Setorkan Rp 4,8 Triliun kepada Pemerintah RI
PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menyetorkan bagian keuntungan bersih perusahaan tahun 2025 kepada pemerintah pusat dan daerah sebesar Rp 4,8 triliun. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, dari jumlah tersebut bagian yang disetorkan kepada pemerintah pusat sejumlah Rp 1,92 triliun, sementara sisanya diberikan ke provinsi dan kabupaten di Papua.
Untuk provinsi Papua Tengah mendapatkan setoran sebesar Rp 720,5 miliar, kemudian untuk Kabupaten Mimika mencapai Rp 1,2 triliun. Adapun sisanya Rp 960,4 miliar dibagikan kepada tujuh kabupaten lain di Papua Tengah, seperti Kabupaten Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya. Setiap kabupaten tersebut menerima setoran PTFI senilai Rp 137,2 miliar.
Tony menyampaikan dengan adanya penyerahan Rp 4,8 triliun ini membuat total setoran PTFI ke negara sepanjang 2025 mencapai Rp 75 triliun. PTFI tidak merinci secara keseluruhan sumber setoran tersebut, namun yang pasti nominal ini disumbang dari pemberian dividen kepada MIND ID sebagai pemegang saham Pemerintah Indonesia sebesar Rp 16,9 triliun. Perusahaan ini juga memberikan dividen bagian pemerintah daerah sebesar Rp 13,48 triliun.
“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat di daerah masing-masing,” kata Tony dalam siaran pers, Jumat (8/5).
Dia menyebut jumlah setoran perusahaan kepada negara bisa saja terus meningkat apabila terjadi kenaikan harga komoditas yang cukup tinggi. Selain faktor harga, setoran juga bisa bertambah banyak apabila operasional tambang PTFI sudah pulih sepenuhnya, pasca longsor September 2025.
Pulihkan Produksi Pasca Longsor di Tambang Bawah Tanah
Menurut Tony, PTFI saat ini masih dalam tahap pemulihan imbas insiden tersebut yang menewaskan tujuh orang pekerja di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
“Tingkat produksi baru mencapai sekitar 40-50%, perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal 2028,” ujarnya.
Tak hanya setoran kepada negara, Tony menyebut PTFI juga memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial. Sepanjang 2025, nilai investasi sosial perusahaan mencapai Rp2 triliun dan akan terus berlanjut sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,7 triliun per tahun hingga 2041.
Tony mengatakan, keberhasilan PTFI sebagai perusahaan terwujud saat masyarakat di sekitar wilayah operasional turut meningkat taraf hidup dan kesejahteraannya.
“Kami percaya tidak ada perusahaan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal. Karena itu, kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” ucapnya.