Harga Minyak Dunia Anjlok 7% di Tengah Harapan Damai Iran-AS
Harga minyak turun hampir 7% pada Senin (25/5) seiring meningkatnya optimisme investor yang bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati kesepakatan damai danmembuka kembali Selat Hormuz.
Harga minyak kontrak berjangka minyak mentah Brent turun US$ 7,24, atau hampir 7%, menjadi US$ 96,30 per barel pada pukul 14.29 ET, sedangkan harga kontrak berjangka West Texas Intermediate AS turun US$ 6,30, atau 6,5%, menjadi US$ 90,88.
Volume perdagangan relatif rendah karena libur Memorial Day di AS.
Negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya kini tengh berada di Doha untuk melakukan pembicaraan dengan perdana menteri Qatar mengenai potensi kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Kedua belah pihak mengatakan mereka telah mencapai kemajuan dalam nota kesepahaman yang akan menghentikan perang dan memberi para negosiator waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir.
"Meskipun negosiasi belum selesai, tampaknya ada harapan bahwa kita akan mulai menggerakkan minyak melalui Selat Hormuz," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Namun Rory Johnston, pendiri buletin Commodity Context, menyampaikan peringatan terkait kemungkinan gagalnya proses negosias. "Kita secara rutin hampir mencapai kesepakatan dan kemudian gagal dalam detailnya beberapa kali selama beberapa bulan terakhir dan Hormuz tetap tertutup," kata Johnston.
Dalam unggahan panjang di Truth Social pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan dengan baik, tetapi memperingatkan akan adanya serangan baru jika gagal.
Ia mendesak lebih banyak negara Arab dan Muslim untuk menandatangani Kesepakatan Abraham, yang ditengahi selama masa jabatan pertama Trump dan bertujuan untuk menormalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya dengan Israel.
"Itu bisa berarti pengurangan premi risiko yang signifikan di Timur Tengah, terutama jika kesepakatan dengan Iran dapat dilakukan dan Iran menyerahkan material nuklirnya," kata Flynn.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Iran sedang menegosiasikan pengakhiran perang dan saat ini tidak membahas masalah nuklir.
Meski kesepakatan damai tercapai, para analis memperkirakan butuhwaktu berbulan-bulan untuk mengembalikan aliran minyak normal melalui selat tersebut akan memakan waktu berbulan-bulan. Disisi lain, fasilitas minyak dan gas yang rusak diperbaiki.
"Kekurangan pasokan minyak mentah sebesar 10-11 juta barel per hari tidak akan hilang begitu saja dan pasar akan terus menambah persediaan hingga produksi minyak mentah Timur Tengah kembali beroperasi, yang masih berbulan-bulan lagi," kata analis Sparta Commodities, June Goh
Data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker gas alam cair melewati selat tersebut dalam beberapa hari terakhir, menuju Pakistan, Tiongkok, dan India, serta sebuah kapal tanker super dengan minyak mentah Irak untuk Tiongkok setelah terdampar selama hampir tiga bulan.