Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Kebuntuan Perundingan AS-Iran
Harga minyak acuan dunia turun tipis setelah mencatat kenaikan terbesar dalam sebulan. Kondisi ini terjadi seiring dengan ketidakpastian mengenai kondisi perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Para analis memprediksi hal tersebut meningkatkan risiko aliran energi dari Teluk Persia dapat terganggu lebih lama.
Harga minyak Brent turun 0,1% menjadi US$ 94,86 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,3% menjadi US$ 91,90 per barel.
Pemerintah Iran sebelumnya dilaporkan menghentikan perundingan dengan Washington sebagai protes atas serangan Israel di Lebanon. Meski begitu, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi tersebut masih berlanjut.
Pemimpin AS itu mengatakan nota kesepahaman dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat terwujud dalam pekan depan. “Washington masih harus menyelesaikan beberapa poin lagi sebelum tercapainya kesepakatan,” kata Trump dikutip dari Bloomberg, Selasa (2/6).
Nasib Selat Hormuz Tidak Jelas
Ketidakjelasan potensi perpanjangan gencatan senjata dan nasib terbukanya akses Selat Hormuz telah mengguncang harga minyak. Laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga menyebutkan Teheran dan kelompok proksinya di kawasan telah memasukkan penutupan total Hormuz, serta Selat Bab el-Mandeb di ujung selatan Laut Merah yang merupakan jalur alternatif penting untuk ekspor minyak ke dalam agenda mereka.
Pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group, Rebecca Babin, mengatakan banyak terjadi tarik-ulur sepanjang perang dan belum ada hasil pasti.
“Para pihak tidak lagi aktif bernegosiasi, hal ini akan menghilangkan sebagian perlindungan yang selama ini diandalkan pasar untuk menetapkan harga menuju skenario terbaik,” katanya.
Di saat yang bersamaan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan berbeda mengenai pembicaraan mereka terkait pertempuran di Lebanon.
“Gencatan senjata yang dimediasi AS antara Tel Aviv dan Hizbullah yang didukung Iran seharusnya diperluas dari Beirut untuk mencakup seluruh wilayah Lebanon,” kata Kepresidenan Lebanon dalam sebuah unggahan.