Harga Minyak Stabil di Tengah Proses Perundingan Damai AS-Iran
Harga minyak acuan dunia bergerak stabil di tengah proses perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pasar masih optimistis akan perundingan tersebut, meskipun kondisi ketidakpastian terkait kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon membebani pasar.
Harga minyak Brent stabil di US$ 94,95 per barel, Jumat (5/6). Sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 0,4% menjadi US$ 92,63 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, perundingan dengan Iran berjalan baik, meski pasukan Hizbullah yang didukung Teheran menolak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi AS.
Trump kemarin mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa ia sedang berada tepat di tengah negosiasi final untuk mengakhiri perang dengan Iran. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai perundingan tersebut.
Harga minyak WTI telah naik 6% pekan ini, setelah ketidakpastian negosiasi AS Iran mengikis optimisme pasar akan peluang dibukanya kembali Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute pengiriman yang mengangkut sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia pada masa damai.
“Pergerakan WTI dari level tertinggi sebelum gencatan senjata di atas US$ 110 ke level saat ini di kisaran rendah US$ 90-an merupakan buah yang paling mudah dipetik. Menandakan kelegaan pasar minyak bahwa perang besar-besaran telah berakhir, dan infrastruktur industri minyak di kawasan sebagian besar tidak terdampak,” kata analis Raymond James, Pavel Molchanov dikutip dari Bloomberg, Jumat (5/6).
Dia menyebut tren penurunan harga lebih lanjut akan bergantung pada pemulihan signifikan volume pengiriman minyak di Selat Hormuz.
Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kemajuan dalam perundingan antara Teheran dan Washington, kondisi ini terjadi bersamaan dengan serangan militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon menjadi hambatan utama.
Ketika ditanya wartawan pada Kamis (4/6) di Oval Office mengenai penolakan Hizbullah terhadap gencatan senjata Lebanon, Trump mengatakan mereka tidak menolaknya dan mengklaim Hizbullah menghubungi kami untuk membahas penghentian permusuhan.
“Pesan yang bercampur terkait perundingan damai sebenarnya belum bersifat bearish bagi minyak. Hal itu kemungkinan hanya mencegah harga naik terlalu jauh untuk saat ini,” kata kepala strategi investasi Saxo Markets di Singapura, Charu Chanana.