PLN Buka Suara soal Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, Apa Penyebabnya?
PT PLN (Persero) mengatakan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir terjadi karena kendala operasional.
“PLN menyampaikan saat ini sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto kepada Katadata, Kamis (11/6).
PLN tidak menjelaskan lebih lanjut rincian kendala operasional seperti apa yang dimaksud. Kendati demikian perusahaan menyebut akan berupaya secara intensif untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan.
Selain masalah pemadaman listrik, PLN juga menepis kabar terjadinya blackout atau pemadaman listrik secara menyeluruh atau dalam cakupan luas.
“Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi. PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” ujarnya.
Gregorius juga menghimbau pelanggan untuk mengikuti perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi, termasuk di unit PLN setempat.
Kementerian ESD Bantah karena Pasokan Batu Bara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan pemadaman ini tidak disebabkan oleh menipisnya stok batu bara sebagai sumber energi utama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
“Tidak ada pasokan batu bara yang menipis, tapi memang ada beberapa gangguan teknis,” kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (11/6).
Dia menyebut Kementerian ESDM sudah mengomunikasikan hal ini kepada PLN. Dia meminta PLN untuk bisa mengantisipasi agar hal ini tidak berulang. “Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman dan lain-lain, itu tidak benar, dipastikan tidak benar,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan sejauh ini tidak ada permasalahan terkait pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Hal ini bisa dipastikan sebab Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut akan melakukan relaksasi persetujuan RKAB batu bara secara bertahap. Relaksasi akan dilihat berdasarkan kebutuhan, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan industri dan kuota batu bara yang tersedia.
“Jadi tidak ada gangguan terkait dengan pasokan atau suplai energi untuk PLN,” ucapnya