Sebulan Berlalu, Nestapa Pemadaman Listrik Bergilir Kalimantan Masih Berlanjut

ANTARA FOTO/Auliya Rahman/agr
Warga membeli minuman saat terjadi pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (7/1/2026). PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Palangka Raya melakukan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Pelangka Raya sejak beberapa hari terakhir akibat adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada pasokan daya sistem.
6/8/2026, 10.45 WIB

Pemadaman listrik di Pulau Kalimantan masih terus terjadi hingga Minggu ini. Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah belum terlepas dari masalah kelistrikan tersebut.

Anidya Laras, warga Rantau, Kalimantan Selatan mengatakan di lingkungan rumahnya pemadaman masih terjadi dalam rentang yang sering, setiap dua hari sekali. Pemadaman terakhir yang dialaminya terjadi pada pukul 15.00-19.00 waktu Indonesia tengah (WITA) pada Selasa (4/8). 

Perempuan berusia 32 tahun ini mengatakan pemadaman ini berlangsung secara acak, tak pasti. Terkadang dimulai pada siang hari, di lain waktu juga bisa terjadi saat malam hari.

Dia menyebut kondisi ini sudah ia rasakan bersamaan dengan tren pemadaman listrik di Pulau Jawa yang terjadi pada Juni 2026. 

“Kondisinya sempat membaik sedikit pada minggu kedua Juli. Setelah itu kembali terjadi pemadaman listrik yang lebih parah,” katanya kepada Katadata, Rabu (5/8).

Meski pemadaman listrik sering ia alami, namun Anidya mengatakan dirinya belum pernah mendapatkan informasi langsung dari PLN terdekat. Informasi pemadaman ini selalu dia dapatkan dari grup tempat tinggalnya.

Kondisi pemadaman yang tak kunjung berakhir ini, telah berdampak pada dirinya. “Aktivitas rumah tangga terganggu,” ujarnya.

Tak hanya rumah tangga, dia mengaku pemadaman ini juga berimbas pada kegiatan pekerjaannya. Meskipun di perusahaan tempatnya bekerja menyediakan fasilitas genset sebagai sumber energi listrik pengganti, namun hal ini membuat penggunaan peralatan listrik yang tidak maksimal.

“Saya berharap (listrik) bisa menyala seperti sedia kala. Jika alasan pemadaman karena ada masalah di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), (masa) sekelas PLN tidak memiliki pokayoke mitigasi risiko terhadap aset kritisnya,” ucapnya.

Pokayoke merupakan teknik untuk mengatasi dan menghindari kesalahan yang disebabkan oleh manusia atau human error.

Kondisi serupa juga dialami oleh Titik Lisdawati yang tinggal di Kalimantan Selatan. Dia mengaku sudah mengalami pemadaman listrik sejak sebulan lalu. Pemadaman listrik terakhir dialami kemarin, Selasa (4/8). Dia mengaku, pemadaman bergilir akan kembali terjadi di daerah rumahnya pada esok hari.

“Dalam seminggu ada empat hari mati lampu, durasinya selama 4 jam,” kata Titik kepada Katadata.

Dia menyebut tren pemadaman listrik sempat membaik pada awal Juli namun kembali terjadi lagi sejak pertengahan bulan hingga saat ini.

“Polanya acak, tapi ada informasi dari pihak PLN terkait jadwal mati lampu,” ujarnya.

Menurut Titik, pemadaman listrik ini sangat berdampak besar terhadap aktivitasnya, terutama jika terjadi pada malam hari. Dia berharap masalah pemadaman listrik ini tidak terjadi kembali.

“Dimohon agar pemerintah bisa memperhitungkan dengan baik dampak yang terjadi bagi masyarakat kecil,” ucapnya.

Tak hanya Kalimantan Selatan, pemadaman listrik juga masih terjadi di Kalimantan Tengah. Hal ini dialami oleh Desy Suseno (35) yang tinggal di Parenggean, Kotawaringin Timur.

Dia menyebut pemadaman listrik telah dialaminya sejak bulan lalu dan secara rutin terjadi hingga awal Agustus. PLN telah memberikan pengumuman, namun seringkali pemadaman ini terjadinya tidak sesuai jadwal. 

Berdasarkan catatannya, pemadaman terakhir berlangsung pada 2 Agustus lalu, sekitar pukul 18.00-21.30 WITA.

Desy mengaku, pemadaman ini sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Terdapat banyak alat elektronik yang pada akhirnya tidak bisa digunakan.

“Sebagai warga Indonesia, pastinya berharap lebih baik lagi dalam pelayanan PLN. Terlebih dampak yang terjadi sangat mengganggu aktivitas dan memperburuk perekonomian masyarakat,” katanya.

Respon PLN

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengatakan terus mempercepat pemulihan sejumlah unit pembangkit pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang mengalami gangguan. Hal ini dilakukan guna menjaga keandalanan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

"Bersama pengelola pembangkit dan seluruh pemangku kepentingan, PLN mengerahkan personel terbaik serta memperkuat koordinasi teknis agar pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat segera kembali optimal," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijono dikutip dari Antara, Rabu (5/8).

Dia menyebut gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan pasok sistem sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Iwan mengatakan fokus utama PLN adalah mempercepat penyelesaian pekerjaan di seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan sehingga pasokan listrik dapat segera dipulihkan.

“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan memastikan seluruh personel di lapangan terus bekerja secara maksimal hingga seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan kembali beroperasi,” ujarnya.

PLN menyampaikan proses pemulihan di Tanjung Power Indonesia telah selesai. Sementara itu, pemulihan di SKS Listrik Kalimantan ditargetkan rampung pada 5 Agustus 2026 dan pemeliharaan PLTU Asam-Asam ditargetkan selesai pada 29 Agustus 2026.

Presiden Minta Masalah Ditangani

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkannya untuk segera menangani persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. 

Bahlil mengatakan sejauh ini masih terdapat pemadaman listrik di beberapa titik di Kalimantan. Ia menargetkan penyelesaian gangguan listrik itu dapat teratasi dalam waktu dekat. 

“Kami harus akui di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman beberapa titik. Karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik,” kata Bahlil setelah pertemuan dengan Prabowo di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (4/8).

Ketua Umum Partai Golkar itu menyatakan pemadaman listrik di Kalimantan terjadi karena kekurangan kegiatan pemeliharaan pada sejumlah fasilitas kelistrikan PLN. Selain itu, gangguan pada jaringan induk juga menjadi faktor yang menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah. 

“Jadi ada pemeliharaan. Bahkan ada beberapa, konon cerita, dari PLN terkait dengan jaringan induk juga. Tapi kami akan selesaikan dalam waktu dekat,” ujar Bahlil.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani