Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Kalimantan Masuk Level Berbahaya Imbas Karhutla
Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan mencapai level berbahaya pagi ini, Kamis (3/9). Sebagian besar dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi partikel padat berukuran sangat kecil, yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masif di wilayah tersebut.
Merujuk situs IQAir, poin AQI sejumlah wilayah di Kalimantan tembus 300. Dalam kondisi tersebut, semua orang berisiko mengalami efek kesehatan. Oleh karena itu, IQAir menyarankan setiap orang untuk menghindari olahraga di luar ruangan, serta merekomendasikan penggunaan masker polusi di dalam dan luar ruangan.
Masyarakat dianjurkan hanya keluar rumah jika diperlukan, terus memperhatikan arahan otoritas kesehatan setempat, dan memastikan hunian tetap tertutup untuk menghindari udara tercemar.
"Setiap orang berisiko tinggi mengalami iritasi parah dan efek kesehatan negatif yang dapat memicu penyakit pernapasan dan kardiovaskular," demikian dikutip dari laman IQAir, pada Kamis (3/9).
Berikut sejumlah lokasi dengan kualitas udara mencapai level berbahaya:
- Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, poin AQI 896 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 524,3 µg/m&³3;
- Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, poin AQI 711 dengan konsentrasi PM10 sebesar 794 µg/m&³3;
- Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah poin AQI 617 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 384 µg/m&³3;
- Kota Pontianak, Kalimantan Barat, poin AQI 573 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 362 µg/m&³3;
- Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, poin AQI 377 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 263,9 µg/m&³3;
Tak hanya memengaruhi kualitas udara di Indonesia, asap karhutla yang menyambangi negara tetangga juga memicu kualitas udaranya. Di Kuching, Malaysia, poin AQI pagi ini mencapai 276 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 201,2 µg/m&³3;. Kualitas udara di Kuching tergolong sangat tidak sehat.
Sementara itu, kualitas udara di Kuala Lumpur, Malaysia, tergolong tidak sehat dengan poin AQI 153. PM2,5 masih menjadi polutan utama dengan konsentrasi sebesar 58 µg/m&³3;.
Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150. Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.