Kurangi Antrean, Pertamina Tambah SPBU Modular di Makassar

ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU Modular di kawasan Central Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026).
Penulis: Mela Syaharani
14/9/2026, 13.17 WIB

Pertamina Patra Niaga menambah tiga Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), yang berada di sekitar Masjid 99 Kubah, Makassar. Hal ini dilakukan untuk menambah titik pelayanan dan membantu mengurai konsentrasi kendaraan di SPBU eksisting.

Perusahaan menyebut kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar semakin landai. Provinsi Sulsel dalam beberapa hari terakhir mengalami kelangkaan BBM hingga membuat kegiatan pembelajaran dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi dilakukan secara daring.

Satgas Layanan BBM di CPI melayani Pertalite khusus kendaraan roda dua. Untuk kendaraan roda dua umum, diberlakukan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan. 

Khusus kendaraan ojek online (ojol, tidak diberlakukan sistem ganjil-genap. Setiap kendaraan dapat melakukan pengisian maksimal 3 liter BBM dengan pembayaran melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) maupun tunai.

Selain penambahan SPBU modular, Pertamina Patra Niaga juga melakukan rekonfigurasi SPBU, penambahan nozzle dan operator, serta pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam. Distribusi BBM juga terus dilakukan setiap hari untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

“Kami terus memperkuat pelayanan melalui penambahan titik pengisian, pengoperasian SPBU 24 jam, penambahan nozzle dan operator, serta memastikan distribusi BBM terus berjalan. Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan masyarakat yang bersama-sama mengikuti pengaturan di lapangan,” ujar Okky dalam siaran pers, Senin (14/9).

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memantau langsung ke Makassar untuk memastikan berbagai langkah penanganan dan penguatan pelayanan berjalan di lapangan. 

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memantau kondisi SPBU dan mengevaluasi pelayanan serta distribusi BBM sesuai perkembangan di lapangan. Bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan stakeholder terkait, Pertamina berkomitmen terus memperkuat pelayanan agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih lancar dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Masyarakat dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan laporan terkait pelayanan dan penyaluran BBM melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.

Pemkot Makassar Terapkan Belajar Daring

Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan pembelajaran daring (online) untuk sekolah tingkat PAUD, SD, dan SMP periode 12-19 September 2026. 

“Sebagai langkah sementara merespons kondisi keterbatasan BBM yang terdampak pada mobilitas murid, guru, tenaga pendidik, dan orang tua/wali murid. Evaluasi mengikuti kondisi BBM dan situasi Kota Makassar, jika memungkinkan (pembelajaran) kembali tatap muka, pemberitahuan akan disampaikan lebih lanjut,” kata Pemkot Makassar melalui Instagram resminya, dikutip Senin (14/9).

Tak hanya PAUD hingga SMP, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mengeluarkan Surat Imbauan kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri atau swasta agar melakukan perkuliahan secara daring (online) pekan ini. 

Dalam surat 338/12513/DISDIK, Pemda menyebut telah terjadi antrean panjang di berbagai SPBU dan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk mahasiswa dan tenaga pendidik dalam menjangkau kampus.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani